Ni Wayan Tantri

Selamat Datang Jgn Lupa Comment Terimakasih Kunjungannya

Rabu, 12 September 2018

Faktor Penyebab Bayi Belum Bisa Duduk Di Usia 7 Bulan


Oleh: Ni wayan tantri,

Bagaimana cara menstimulasi bayi untuk duduk?

Medical Check Up   -  Meski sudah masuk usia 7 bulanbayi Mama ternyata masih belum bisa duduk tegak atau merangkak. Apakah Mama harus cemas jika bayi belum bisa duduk di usia tersebut?

Tidak perlu khawatir, Ma! Sebab, setiap bayi sebenarnya memiliki tahap perkembangan yang berbeda-beda. "Apalagi jika Mama membandingkannya dengan bayi dulu,"

Karena takut bayi mengalami sindrom kematian mendadak (Sudden Infant Death Syndrome-SIDS), banyak ibu sekarang yang lebih suka menidurkan bayinya dalam posisi telentang, bukannya tengkurap. Ini membuat bayi jadi butuh waktu lebih lama untuk berkembang dan mengasah keterampilannya, dibandingkan Mama waktu bayi dulu.

"Kesempatan bayi untuk 'latihan' juga lebih sedikit, mengingat bayi sekarang lebih banyak menghabiskan waktu di dorongan, kursi mobil, ayunan, hingga baby walker,"

Dengan kurangnya waktu latihan, tidak heran bila bayi Mama belum bisa mencapai perkembangan yang diharapkan untuk usianya. Bagaimana dia bisa duduk, bahkan merangkak, jika selama ini tidak diberi kesempatan untuk berlatih? Selain itu, bayi yang memiliki berat badan lebih besar juga butuh waktu lebih lama untuk belajar duduk. Tidak mudah bagi bayi yang bertubuh besar untuk menjaga keseimbangan saat berusaha duduk, dia pasti akan cenderung berguling kembali.

Jika teori perkembangan umum menyatakan rata-rata bayi sudah bisa duduk di usia 6,5 bulan, Mama boleh menunggu hingga beberapa bulan kemudian. Sebagian bayi memang sudah bisa duduk di usia 6,5 bulan, namun ada juga bayi yang baru bisa duduk di usia 9 bulan.

Baca Juga: tahapan mengenalkan MPASI (makanan pendamping ASI) pada bayi 6 bulan

Untuk masalah merangkak pun demikian. Sebagian bayi bisa melewati fase merangkak dan langsung belajar berjalan. Jangan lupa, Ma, bayi yang baru bisa duduk bukan berarti akan segera merangkak. Usia rata-rata untuk merangkak adalah sekitar 9 bulan. Jika bayi Mama baru bisa duduk menjelang 9 bulan, jangan terlalu berharap dia akan langsung merangkak beberapa minggu setelahnya! Bayi Mama perlu banyak waktu untuk berkembang dan untuk itu Mama harus lebih banyak bersabar.

Jadi, tidak perlu cemas jika bayi Mama masih belum bisa duduk atau merangkak. Selama Mama mau memberinya kesempatan untuk 'latihan' sesuai dengan keinginannya, nantinyabayi pasti akan bisa duduk juga.

Semoga bermanfaat.... :)

Wajib Baca: Ketahui  beberapa penyakit yang sering menyerang anak

Selasa, 11 September 2018

Penyebab Anyang Anyangan

21 Penyebab Anyang-Anyangan yang Tak Bisa Disepelekan.

oleh: Ni wayan tantri.

Medical Check Up  - Bila Anda merasakan nyeri saat buang air kecil, atau urin yang keluar hanya sedikit saja tetapi sering, maka besar kemungkinan Anda sedang mengidap anyang-anyangan. Lantas apa sebenarnya penyebab anyang-anyangan itu?

Anyang-anyangan jelas tak bisa disepelekan. Karena bila dibiarkan, maka gangguan buang air kecil ini dapat memicu kerusakan ginjal, yaitu ketika infeksi menjalar ke atas. Untuk mencegahnya, Anda perlu tahu lebih dulu kira-kira apa saja penyebab anyang-anyangan itu.

Dalam bahasa medis, anyang-anyangan disebut dengan Polakisuria, yaitu suatu kondisi dimana kandung kemih tidak dapat menampung urin lebih dari 500 ml karena lapisan mukosanya meradang sehingga penderitanya menjadi sering kencing. Air seni yang keluar sedikit-sedikit dan disertai dengan rasa sakit atau terasa panas (disuria). Hal ini paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau dikenal dengan sebutan infeksi saluran kemih (ISK), di samping itu juga bisa disebabkan oleh kondisi lainnya.

👉 Lebih lanjut mengenai gejala ISK, simak artikel berikut: Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Dengan mengetahui penyebab anyang-anyangan, maka kita bisa melakukan pengobatan dengan lebih tepat dan mengantisipasi jangan sampai hal itu terjadi lagi.

Lantas, Apa Penyebab Anyang-Anyangan?

Berikut ini beberapa faktor resiko dan penyebab anyang-anyangan:

1. Jenis kelamin

Dibanding pria, wanita ternyata lebih beresiko terkena anyang-anyangan. Hal ini dikarenakan saluran kencing wanita lebih pendek ketimbang pria, sehingga resiko terinfeksi bakteri  E.Colii (dari anus) juga lebih besar.

2.  Kebiasaan Cebok yang keliru

Usai buang air, bila Anda terbiasa membilas dari arah belakang ke depan, maka inipun juga bisa menjadi penyebab anyang-anyangan. Cara membilas organ kewanitaan seperti ini bisa membuat E.coli dari anus masuk ke dalam, dan bila mencapai saluran kencing, maka itu dapat menginfeksi kandung kemih.

Maka dari itu, mulai sekarang usaplah dari depan ke belakang ketika cebok.

3. Infeksi bakteri Chlamydia

Bakteri yang biasanya ada pada miss V ini merupakan salah satu penyebab mengapa seorang wanita mengalami keputihan. Dan kalau bakteri ini sampai masuk ke saluran kemih, maka dapat menimbulkan infeksi yang tidak diinginkan.

4. Kelainan pada saluran kemih

Penyebab anyang-anyangan selanjutnya adalah kelainan pada saluran kemih yang terbawa sejak lahir. Kelainan ini mungkin membuat seseorang tidak bisa mengeluarkan urin dengan normal. Urin yang dikeluarkan malah mungkin akan kembali ke kandung kemih. Kalau kondisi ini dibiarkan, maka penderitanya amat beresiko terkena infeksi saluran kencing penyebab anyang-anyangan.

5.  Menopause

Berdasarkan dari beberapa studi, wanita yang masuk usia Menopause ernyata memiliki kemungkinan lebih besar terkena anyang-anyangan.

6. Kurangnya hormon estrogen

Saat masuk masa menopause, kadar estrogen dalam tubuh seorang wanita akan menurun. Dan itu artinya, sistem kekebalan kandung kemihnya juga menurun sehingga lebih rawan terkena infeksi saluran kemih yang pada akhirnya menimbulkan gejala anyang-anyangan.

7. Pengantin Baru

Ya, pengantin baru lebih beresiko mengalami infeksi saluran kemih karena aktifitas seksual yang meningkat. Meningkatnya aktifitas tersebut tak jarang membuat bakteri yang ada di sekitaran liang kencing ikut terdorong masuk ke dalam saluran kencing.

Tips agar terhindar dari penyebab anyang-anyangan yang satu ini adalah dengan langsung buang air kecil setelah ‘melakukan’. 😊

8.  Mengidap penyakit tertentu

Waktu sakit, sistem imun tubuhnya cenderung melemah sehingga tubuhnya rawan terserang bakteri.

9. Diabetes

Mereka yang mengidap diabetes juga beresiko terkena anyang-anyangan. Hal ini dikarenakan penderita diabetes memiliki hasrat buang air kecil yang cukup tinggi namun urin yang dikeluarkan biasanya sedikit saja. Kondisi serupa juga terjadi pada pengidap asam urat atau tekanan darah tinggi.

10. Pembesaran prostat

Membesarnya prostat dapat menekan saluran kencing sehingga urin tertahan dalam kandung kemih. Kondisi ini akan meningkatkan resiko tumbuhnya bakteri dalam kandung kemih lantaran urin yang tak kunjung dikeluarkan dengan tuntas.

11. Batu ginjal

Kalau Anda sering anyang-anyangan, tak ada salahnya segera memeriksakan diri ke dokter. Sebab bisa jadi itu merupakan pertanda adanya batu dalam ginjal yang menghambat jalannya urin.

12. Hamil tua

Saat kandungan kian membesar, maka itu juga dapat menekan kandung kemih sehingga keinginan buang air kecil meningkat, namun air seni yang dikeluarkan sedikit saja.

13. Efek samping alat KB

Penggunaan alat KB, khususnya jenis spiral yang biasanya ditanamkan dalam rahim, juga bisa menjadi resiko yang menyebabkan anyang-anyangan.

14. Efek pemakaian kateter

Pasien yang menggunakan alat bantu kateter (selang kencing) untuk buang air kecil cenderung mengalami anyang-anyangan. Hal ini terjadi karena alat yang terpasang bisa menjadi jembatan bakteri untuk masih ke kandung kemih.

15. Jenis minuman tertentu

Beberapa jenis minuman dapat menyebabkan iritasi kandung kemih seperti soda yang mengandung jeruk, alkohol, serta yang mengandung kafein. Untuk mencegah atau menyembuhkan anyang-anyangan, kurangi atau hentikan asupan beberapa minuman tersebut.

16. Kurang minum air

Banyak minum air tak hanya dapat mengeluarkan racun dari tubuh, namun juga bisa membantu mengeliminasi bakteri dari saluran kencing. Sebaliknya, dehidrasi membuat produksi urin semakin sedikit sehingga proses buang air kecil semakin sulit.

17. Menahan hasrat buang air kecil

Kebiasaan menahan hasrat buang air kecil ternyata dapat melipatgandakan jumlah bakteri dalam saluran kencing. Oleh sebab itu, hindari terlalu sering menahan kencing.

18.  Alergi

Tak sedikit pria yang mengalami alergi usai berbuat dengan pasangannya. Penyebabnya bisa jadi lendir ataupun cairan yang dikeluarkan oleh sang istri.

19. Kurangnya kebersihan saat berbuat dengan suami

Ketika seseorang kurang menjaga kebersihan organ intimnya, maka itu dapat membuat pasangannya rawan terinfeksi bakteri. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, usahakan untuk menjaga kebersihan sebelum ‘melakukan’. 

20. Kurang menjaga kebersihan

Kurang menjaga kebersihan usai buang air atau celana dalam juga dapat meningkatkan resiko infeksi yang menyebabkan anyang-anyangan.

21. Penggunaan produk pembersih

Penyebab anyang-anyangan selanjutnya adalah akibat penggunaan produk pembersih kewanitaan. Faktanya, kebanyakan produk semacam ini mengandung bahan kimia berbahaya atau wewangian yang dapat meningkatkan resiko infeksi. Oleh sebab itu, kurangi penggunaannya. Ada baiknya Anda menggunakan rebusan daun sirih alami bila ingin membersihkan organ keintiman.

👉 Setelah mengetahui penyebab dan faktor resikonya, maka hindari yaa apa yang saya rangkum pada artikel tantri di atas? & semoga bermanfaat...

Baca Juga : 👉nilah kunci untuk menuju sehat.
                       👉 makanan yang  tak direkomendasikan saat HAID

Is it OK to have sex when your children are in the same room?

It's a question dividing parents: Is sex in the same room as the kids OK?

By, Ni wayan tantri,

via: Medical Check Up - post > netmums.com  Should you have sex when your children are in the same room? It's a question dividing a community of mother on netmums  some claiming it's a form of "child abuse" others admitting they've done it, too.

In an anonymous forum post, a woman wrote that she was, "increasingly disturbed since a friend told me about a week ago that she and her husband are having sex in the room with their 10-year old and 8-year-old asleep."

The woman explained that for various reasons the family would be sharing a room for the next few months, "so this situation won't change for a while yet."

"They do have a living room," she continued, "so I can't understand why they don't have sex there before they go to bed. My friend says it's fine – they make sure the children are asleep but I am not certain you can be sure or that they won't wake up and lie there wondering what is happening."

"The unnamed poster also said that her friend feels it's no different to "the third world countries where families all share one room."

Asking for advice, the woman admitted that the situation made her feel very uncomfortable, given the age of the children. Should she say something? Or is it "none of my business?"

The post has attracted hundreds of comments and ignited fierce debate – both around the issue itself and whether or not the poster should speak to her friend.

"It's not right in my opinion, but it's not really any of your business either," said one Netmum member." I'm pretty sure they're not concerned with your opinion on their sex life and I don't see what saying anything will achieve but an argument and potential falling out."

Another forum user likened the behaviour to abuse. "I think it's totally wrong. It's bordering on child abuse and social services would not be pleased…what if they wake up? Revolting and I wouldn't be able to not say anything. There's absolutely no need to do it in the same room so the fact they do is just disgusting."

Other users admitted to having done something similar. "Well…I've kinda done it too," one mother wrote. "We make sure they're asleep, stay under the covers, make very very little noise…the kids are asleep it's not going to affect them mentally."

"Good grief," another posted. "I don't imagine they are swinging from the light fittings or using whips and chains! It's not abuse, OK, it's not ideal but it's not abuse. We did this when we shared a room with our 13yo when on holiday."

So, what do the experts think? Psychologist Emma Kenney told the Daily Mail that the decision is age-dependent. While many parents have sex in the same room as their babies and younger children, "When it comes to children of eight and 10, it's a judgement for parents as to whether they truly believe the children are asleep," she says.

While emphasising the importance of sex for maintaining intimacy in a relationship, Kenney also argued that with kids, "you don't want to upset them and it's best to keep personal intimacy separate to them. It's not something they can quite understand at that point."

Kenney was reticent to criticise the couple in the post, saying they sounded like "loving parents trying to manage a difficult situation."

Having worked with victims of abuse and observing first hand, the devastation it causes to their lives, Kenney cautioned those jumping to the conclusion that the behaviour was "child abuse." "I think people should be very careful in what they're suggesting," she said

Rabu, 05 September 2018

Masalah Kesehatan Di Indonesia

Masalah Kesehatan Indonesia
6 Masalah Kesehatan Terbesar di Indonesia
Medical Check Up - Sejak Indonesia meraih kemerdekaan 72 tahun lalu, perkembangan dunia kesehatan di Indonesia semakin membaik. Hal tersebut terbukti dari banyaknya  inovasi dunia kesehatan yang diciptakan, untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
Namun meski perkembangannya cukup pesat, negara ini masih dilanda beberapa masalah kesehatan yang terus meningkat. Masalah-masalah ini masih menjadi beban dan tantangan utama di dunia kesehatan Indonesia. Berikut beberapa masalah dan tantangan di dunia kesehatan Indonesia, serta strategi pemerintah dalam mengatasinya!
1. Kematian Ibu Akibat Melahirkan
Saat ini, angka kematian ibu ketika melahirkan sudah mengalami penurunan. Namun, jumlahnya tetap masih jauh dari target yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh kualitas pelayanan kesehatan ibu yang belum memadai, kondisi ibu hamil yang tidak sehat, dan faktor-faktor lainnya.
Menurut data, penyebab utama kematian Ibu adalah hipertensi kehamilan  dan perdarahan postpartum. Selain itu, kondisi yang sering kali menyebabkan kematian ibu adalah penanganan komplikasi, anemia, diabetes, malaria, dan umur yang terlalu muda. 

Untuk menanggulangi hal ini, pemerintah tengah menggencarkan program pembangunan puskesmas, diiringi pula dengan peningkatan kualitas pelayanannya. Pemerintah juga sedang menciptakan pola keanekaragaman makanan untuk gizi ibu hamil.Program KB yang dicanangkan juga digunakan untuk menurunkan angka kematian ibu
2. Kematian Bayi, Balita, dan Remaja
Dalam 5 tahun terakhir, angka kematian bayi dan balita memang sudah mengalami penurunan. Namun serupa dengan angka kematian ibu akibat melahirkan, ini masih jauh dari target. Penyebab kematian utama pada bayi dan balita adalah Intra Uterine Fetal Death (IUFD) dan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Sedangkan untuk balita, penyebab kematian utama yang dialami adalah pneumonia dan diare.

Artinya, faktor lingkungan serta kondisi ibu sebelum dan selama kehamilan sangat memengaruhi kondisi bayi. Maka dari itu, untuk menangani tantangan ini pemerintah akan menciptakan langkah-langkah persiapan untuk calon ibu, agar mereka benar-benar siap menghadapi kehamilan dan persalinan.
Untuk remaja, penyebab kematian utama di samping kecelakaan transportasi adalah DBD dan tuberkulosis. Umumnya ini disebabkan karena penggunaan tembakau atau rokok. Untuk menanggulangi masalah ini, pemerintah menetapkan pelaksanaan UKS yang diwajibkan di setiap sekolah untuk mempromosikan masalah kesehatan. Prioritas program UKS adalah perbaikan gizi usia sekolah, kesehatan reproduksi, dan deteksi dini penyakit tidak menular.
3. Meningkatnya Masalah Gizi Buruk 
Saat ini, ternyata masalah gizi di Indonesia masih sangat kompleks. Tidak hanya masalah kekurangan gizi, masalah kelebihan gizi juga menjadi persoalan yang harus ditangani dengan serius. Kondisi stunting (pendek) sendiri disebabkan oleh kemiskinan & pola asuh yang tak tepat , sehingga mengakibatkan kemampuan kognitif tidak berkembang secara maksimal, mudah sakit, maupun berdaya saing rendah. 
Masalah ini paling fatal menyerang anak-anak, karena gangguan pertumbuhan yang serius ini bisa merusak masa depan mereka. Apalagi, jika stunting terjadi lewat dari 1.000 hari, dampak buruknya bisa sangat sulit diobati. 
Untuk mengatasi masalah stunting, pemerintah mengadakan program sosialisasi kepada masyarakat agar dididik untuk memahami pentingnya gizi bagi ibu dan anak. Pemerintah menetapkan fokus  pada 1000 hari  pertama kehodupan , terhitung sejak konsepsi hingga anak berusia 2 tahun.
 4. Meningkatnya Penyakit Menular
Masalah penyakit menular juga masih mendominasi dunia kesehatan Indonesia. Prioritas utama pemerintah adalah membasmi HIV/AIDS, tuberkulosis, malaria, DBD, influenza, dan flu burung. Indonesia juga masih belum sepenuhnya mampu mengendalikan penyakit seperti kusta, filariasis, dan leptospirosis.

Strategi pemerintah dalam memberantas masalah ini adalah dengan meningkatkan vaksine & imunisasi,seperti polio, campak, difteri, pertusis, hepatitis B, dan tetanus. Strategi ini terbukti ampuh, karena pada tahun 2014 Indonesia sudah dinyatakan bebas polio.

Untuk mengendalikan penyakit HIV/AIDS, pemerintah mengadakan sejumlah persiapan yang mencakup tata laksana penanganan pasien, tenaga kesehatan, pelayanan kesehatan (khususnya rumah sakit), dan laboratorium kesehatan.

Selain itu, untuk menurunkan tingginya risiko penyakit menular, pemerintah juga mengembangkan Early Warning and Respons System (EWARS) atau Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Melalui sistem EWARS ini, diharapkan ada peningkatan dalam deteksi dini dan respons terhadap peningkatan tren kasus penyakit tertentu. 

Sistem tersebut juga semakin digencarkan karena banyaknya penyakit baru yang bermunculan, seperti SARS dan flu burung. Penyakit-penyakit baru ini pada umumnya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang berasal dari binatang.
5. Meningkatnya Penyakit Tidak Menular
Ternyata dalam beberapa tahun ini, masalah penyakit tidak menular telah menjadi beban utama di Indonesia, ketimbang penyakit menular. Karenanya, saat ini Indonesia memang mengalami tantangan dua kali lipat, yaitu penyakit tidak menular dan penyakit menular.

Penyakit tidak menular yang paling banyak menyerang masyarakat Indonesia meliputi hipertensi, diabetes mellitus, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Selain itu, jumlah kematian akibat rokok juga terus meningkat.

Strategi pemerintah dalam menanggulangi masalah ini adalah dengan melaksanakan Pos Pembinaan Terpadu Pengendalian Penyakit Tidak Menular (Posbindu-PTM), sebagai upaya memonitor dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular di masyarakat.

Deteksi dini sangat penting, karena sebagian besar masyarakat Indonesia tidak menyadari bahwa dirinya menderita penyakit tidak menular. Oleh sebab itu, pemerintah juga berencana untuk meningkatkan sosialisasi dan program jaminan kesehatan seperti BPJS.

6. Masalah Kesehatan Jiwa 
Tanpa kita sadari, permasalahan kesehatan jiwa di Indonesia itu sangat besar dan menimbulkan beban kesehatan yang signifikan. Berdasarkan data, lebih dari 14 juta jiwa masyarakat Indonesia menderita gangguan mental dan emosional. Sementara itu, lebih dari 400.000 orang menderita gangguan jiwa berat (psikotis). 

Masalah gangguan jiwa di Indonesia berkaitan dengan masalah perilaku, dan sering kali berujung pada kondisi yang membahayakan diri seperti bunuh diri. Dalam satu tahun, terdapat 1.170 kasus bunuh diri dan jumlahnya terus meningkat.

Untuk menanggulangi hal ini, pemerintah memprioritaskan pengembangan Upaya Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat (UKJBM) yang ujung tombaknya adalah puskesmas. Program ini bekerja sama dengan masyarakat, untuk mencegah meningkatnya gangguan jiwa.
Sampai saat ini, masih banyak masalah kesehatan di Indonesia yang harus diselesaikan. Namun, dengan adanya kerja sama antara masyarakat dan pemerintah, masalah-masalah tersebut pasti bisa diatasi.
Tentunya, untuk mencapai kesehatan yang maksimal, pemerintah juga perlu mengedepankan kesejahteraan dan kepentingan masyarakat. Dengan memasuki usia ke 73 tahun saat ini, sudah pasti Indonesia harus terus meningkatkan kualitas dunia kesehatan demi kelangsungan hidup masyarakat juga!

Bahaya Makan Micin Atau Garam?

Micin & Garam


Medical Check Up  -  Meski kerap digunakan sebagai penyedap makanan, garam dan micin kerap kali dituding sebagai penyebab masalah kesehatan. Sebagai contoh, garam disebut-sebut bisa membahayakan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Sementara itu, micin atau MSG disebut-sebut bisa membuat otak semakin bodoh. Sebenarnya, mana yang lebih berbahaya dari kedua penyedap masakan tersebut?

Pakar kesehatan gizi bernama dr. Johanes Chandrawinata menyebut pemahaman masyarakat tentang MSG atau micin selama ini tidak tepat. BPOM dan Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa konsumsi micin aman untuk dilakukan. Hanya saja, memang ada aturan yang menyebutkan bahwa micin sebaiknya tidak dikonsumsi dengan berlebihan. Sebenarnya, tak hanya dijadikan penyedap saat kita memasak, micin juga bisa ditemukan dalam makanan yang kerap kita konsumsi seperti mie instan, kerupuk, nugget, snack kemasan, atau minuman ringan. Hal ini berarti, tanpa kita sadari sebenarnya kita juga cukup rutin mengkonsumsi micin dan tidak mengalami dampak buruk, khususnya dalam hal kecerdasan.

Yang patut untuk kita khawatirkan sebenarnya adalah asupan garam sehari-hari yang masih cenderung berlebihan. Sebagai informasi, kandungan natrium di dalam garam mencapai 36 persen, jauh lebih tinggi dari yang ada di dalam MSG yang hanya 12 persen. Padahal, konsumsi natrium dengan berlebihan bisa memicu hipertensi dan masalah kesehatan pada jantung dan pembuluh darah lainnya.

Dalam sebuah penelitian yang hasilnya dipublikasikan pada tahun 1995 oleh Federation of American Societies of Experimental Biology, disebutkan bahwa tidak ada kaitan yang erat antara konsumsi MSG dengan masalah kesehatan jangka panjang. Bahkan, penelitian ini juga membuktikan bahwa konsumsi MSG tidak akan memicu gangguan pada jaringan otak. Sebagai informasi, di Amerika Serikat, setiap hari rata-rata warganya mengkonsumsi 1 gram micin. Sementara itu, konsumsi micin orang Jepang rata-rata 2 gram setiap harinya. Angka ini tidak jauh berbeda dengan warga dari Jakarta dan Bogor yang mengkonsumsi rata-rata 2,6 gram micin setiap hari. Seluruh masyarakat dari ketiga area tersebut tidak mengalami penurunan kecerdasan akibat dari kebiasaan konsumsi micin.

Selasa, 04 September 2018

KB Susuk

Mengetahui Tentang KB Implant (Susuk)

Oleh, dr. Ni wayan tantri

Medical Check Up  - KB Implant atau susuk adalah salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang dapat Ibu pilih untuk menjarakkan kehamilan.

 

KB Implant dipasang bawah kulit Ibu dan hanya mengandung hormon progesteron. Hormon tersebut dilepaskan dalam jumlah kecil secara terus menerus ke dalam aliran darah.

√ Bagaimana cara KB Implan dapat mencegah kehamilan?

Cara kerja KB implan dalam mencegah kehamilan adalah sebagai berikut:

× Mencegah ovulasi atau pematangan sel telur dengan cara mekanisme umpan balik ke kelenjar hipofisis, yaitu kelenjar penghasil hormon perangsang ovulasi.

× Mengentalkan lendir pada leher rahim Ibu sehingga sperma sulit melaluinya untuk sampai ke sel telur

× Menjadikan dinding rahim tipis sehingga tidak terjadi penempelan sel telur atau implantasi.

 
√ Kapan KB implan dapat dipasang?

× Saat Ibu sedang mengalami menstruasi hari ke 1-5.

×  Saat sedang tidak menstruasi namun pastikan ibu tidak hamil. Setelah pemasangan implan gunakan kontrasepsi jenis lain selama 7 hari atau tidak melakukan hubungan seksual selama 7 hari (puasa dulu ya, bu :p)

× Pasca persalinan, implan merupakan kontrasepsi yang aman bagi Ibu menyusui. Pemasangan implan dapat dilakukan langsung paska persalinan.

× Pasca abortus atau keguguran, Implan dapat langsung dipasang.
 

√Keuntungan KB Implan

Mengapa memilih KB Implan? KB Implan memiliki banyak keuntungan bagi Ibu yang menggunakannya. Keuntungan tersebut adalah sebagai berikut: 

 

×  KB implan memiliki efektivitas yang sangat tinggi. Pada umumnya, risiko kehamilan kurang dari 0,2 sampai dengan 1 dari antara 100 Ibu dalam 1 tahun.

× Bebas dari pengaruh estrogen.

× Kesuburan dapat kembali normal setelah implan dicabut.

× Tidak perlu meminum pil setiap hari atau rutin melakukan penyuntikan setiap bulannya sehingga tidak ada risiko lupa.

× Tidak mengganggu produksi ASI.

× Tidak mengganggu hubungan seksual.
 

√ Kekurangan KB Implan

Meskipun memiliki banyak keuntungan, terdapat laporan kasus efek samping dari penggunaan KB implan itu sendiri, yaitu:

 

× Gangguan menstruasi, keluhan yang timbul adalah haid sedikit dan singkat, haid tidak teratur atau lebih dari 8 hari, haid jarang, atau tidak haid sama sekali. Namun hal ini cukup lumrah terjadi dan tidak berbahaya.

× Kemungkinan perubahan berat badan, perubahan hormon akan sedikit mempengaruhi nafsu makan anda.

× Nyeri kepala.

× Perubahan mood.

× Nyeri pada payudara.

× Mual dan nyeri perut.

× Ibu tidak bisa menghentikan sendiri penggunaannya karena harus ke layanan kesehatan untuk melepas KB Implan.

Implant dapat digunakan oleh Ibu yang memiliki hipertensi, obesitas, ibu yang merokok dan yang memiliki gangguan kolestrol. Namun Implan tidak boleh digunakan oleh ibu yang memiliki keadaan khusus seperti berikut:

 

× Penyakit tromboemboli, penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darahdan kekentalan darah.

× Perdarahan genital yang belum terdiagnosis.

× Penyakit hati akut.

× Tumor hati jinak atau ganas.

× Kanker payudara.


" Pemasangan KB implant harus dilakukan oleh tenaga kesehatan/medis yang berpengalaman. Jika Ibu ingin memilih bidan yang akan Ibu kunjungi, usahakan untuk memilih Bidan yang terdaftar secara resmi dan memiliki kompetensi yang baik.``

 

Sebelum pemasangan implant, Ibu harus mengetahui pilihan Implant, bentuk, dan cara pemasangannya. Implant berbentuk kapsul batang berpori dengan diameter 0.2 cm dan panjang 3-4 cm.

( Setahu Saya Implan yang beredar di Indonesia diantaranya memiliki nama dagang Jadena dan Implanon. )

 

@. Jadena terdiri dari dua batang yang masing-masing mengandung 75 mg levonorgestrel. Masa kerjanya 5 tahun

@. Implanon adalah implan tunggal berisi etonogestrel 68 mg dibungkus dalam sebuah membran etilen vinil asetat. Masa kerjanya 3 tahun.

 

 

Sebelum melakukan pemasangan, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter atau bidan mengenai rencana Ibu untuk melakukan pemasangan KB implant ini. Setelah melakukan konsultasi & Ibu dinyatakan dapat melakukan KB implant akan dilakukan proses pemasangan KB implant tersebut.

√ Proses pemasangan Implan dan panduan perawatan luka pemasangan

 

Proses pemasangan akan dimulai denganmenyuntikkan anestesi lokal pada bagian bawah lengan atas Ibu. Kemudian dokter atau bidan akan memasukkan KB implan dengan menggunakan alat khusus. Setelah proses selesai, dokter akan memasangkan perban pada lengan atas Ibu.

Setelah pemasangan implan, Ibu harus melakukan perawatan atau perhatian khusus pada luka pemasangan yaitu:
 

× Kemungkinan akan timbul memar, bengkak, atau kemerahan di kulit. Ini merupakan hal yang normal terjadi.

× Jaga luka tetap kering sekurang- kurangnya selama 48 jam untuk menghindari infeksi.

× Pembalut luka dibuka setelah 48 jam dan band aid dibuka sampai luka sembuh umumnya 3-5 hari kemudian.

×™Ibu dapat langsung bekerja namun hindari benturan dan tekanan pada luka.

× Setelah luka sembuh daerah tersebut dapat disentuh dan dibersihkan dan dapat bekerja normal.

× Bila terdapat tanda infeksi seperti demam, luka kemerahan dan sakit yang menetap selama berhari-hari, segera kembali ke tempat Ibu memasang Implan untuk dicek secara medis.

× KB Implant hanya akan bergeser 2 mm, tidak lebih, apalagi sampai hilang di dalam tubuh.

 

Nah, bagaimana? Sekarang pasti jadi banyak tahu soal KB Implant kan? Jika Anda tertarik untuk menggunakan implant, segera konsultasikan dengan suami dan tenaga kesehatan terlatih ya??! 

😊

Merawat Gigi Si Kecil

Merawat Gigi Bayi Yang Baru Tumbuh.

by, Ni wayan tantri 

Medical Check Up -  Ibu mungkin menjumpai bayi yang tiba-tiba menjadi suka menangis, mengalami demam ringan, mengeluarkan air liur lebih banyak daripada biasanya, dan suka menggigit-gigit apa saja di sekitarnya. Kemungkinan besar itu berarti bayi Ibu sedang tumbuh gigi.

Kondisi ini bisa berlangsung antara satu atau dua bulan. Normalnya, gigi bayi pertama kali muncul saat berusia 4 sampai 7 bulan. Ukuran usia ini tidak mutlak, sebab sangat tergantung dari status gizi bayi terutama asupan kalsium selama masa hamil dan menyusui.

Bila si kecil sudah tumbuh gigi, ada baiknya Ibu lebih rajin membersihkan giginya yakni, dengan menyikat gigi si bayi. Karena tumbuhnya gigi si bayi masih baru, maka dalam membersihkannya pun diperlukan cara menyikat khusus. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Ibu lakukan dalam membersihkan gigi bayi dengan baik dan benar.

• Menggunakan Sikat Gigi yang Tepat atau Kain Kasa / Lap Lembut
Ketika bayi mulai tumbuh gigi, menyikat giginya sudah boleh menggunakan sikat. Gunakan sikat gigi yang berukuran kecil dengan bulu-bulu yang lembut. Lebih baik gunakan sikat gigi kecil khusus bayi yang terbuat dari karet lunak yang tidak mengandung toksin (zat racun). Jika tidak ada sikat gigi khusus bayi, maka Ibu dapat menggunakan kain kasa atau lap berbahan lembut.

• Menyikat Gigi dengan Benar
Cara menyikat gigi bayi di atas harus dilakukan dengan posisi ibu duduk sambil memangku si bayi dengan tangan kiri. Lalu tangan kanan Ibu yang membersihkan gigi si bayi dengan kain kasa atau lap basah. Sikatlah perlahan ke arah atas dan bawah dari gigi, jangan menyikat dengan gerakan menyamping pada gigi atau menyikat gigi dengan arah bolak balik karena ini bisa mencederai gusinya. Jadi harus disikat searah yakni ke atas dan kebawah pada bagian permukaan gigi bagian depan dan belakang serta lidah. Lakukan pada bagian permukaan gigi bagian depan, belakang, atas dan bawah serta lidah.

• Mengganti Sikat Gigi Bila Sudah Rusak
Gantilah sikat gigi setiap 3-4 bulan sekali atau langsung ganti ketika bulu sikatnya terlihat mulai rusak. Caranya, bila bulu sikat gigi yang biasanya berwarna sudah memudar, maka sudah waktunya sikat tersebut diganti. Atau ketika Ibu menemukan sudah ada bulu sikat gigi yang rontok, atau fleksibilitasnya mulai berkurang, segeralah menggantinya.

• Simpan Sikat Gigi dalam Keadaan Kering
Sikat gigi yang basah dan lembab akan merusak bulu sikat jika dibiarkan begitu saja. Akan lebih baik jika sikat gigi disimpan tertutup dalam keadaan kering. Caranya, biarkan sikat gigi kering setelah dipakai, baru tutup dengan tutupnya. 

• Membersihkan Bagian Dalam Gigi
Kebanyakan Ibu ternyata sering kali lupa untuk membersihkan bagian dalam gigi, bagian yang bersentuhan dengan lidah. Plak yang tersembunyi sama pentingnya untuk dibersihkan seperti plak yang terlihat. Biasanya titik yang paling sering di bersihkan adalah bagian depan gigi saja. Mulai sekarang, Ibu sebaiknya mulai lebih sering membersihkan bagian-bagian yang disebutkan tadi.

Nah Ibu, sama seperti kondisi kesehatannya secara umum. Kesehatan gigi juga merupakan investasi yang penting untuk buah hati kita. Keadaan gigi yang sehat akan membuatnya lebih sehat dan optimal dalam pertumbuhannya. Salam sayang untuk buah hati ya.

Baca Juga : Bayi kejabg/step, gejala penyebab dan cara mengatasinya

Senin, 03 September 2018

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Pengertian Infeksi Saluran Kemih

Medical Check Up  - Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika organ yang termasuk dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi. Umumnya, ISK terjadi pada kandung kemih dan uretra.

Berawal dari ginjal, zat sisa di dalam darah disaring dan dikeluarkan dalam bentuk urine. Kemudian, urine dialirkan dari ginjal melalui ureter, menuju kandung kemih. Setelah ditampung di kandung kemih, urine kemudian dibuang dari tubuh melalui saluran pelepasan yang disebut uretra, hingga bermuara ke lubang kencing.

Berdasarkan bagian yang terinfeksi, ISK terbagi menjadi ISK atas dan ISK bawah. ISK atas merupakan infeksi yang terjadi di bagian atas kandung kemih, yaitu di ginjal dan ureter. Sedangkan ISK bawah adalah infeksi pada kandung kemih bagian bawah, yaitu kandung kemih dan uretra.

ISK atas lebih berbahaya dan dapat memicu urosepsis, yaitu kondisi ketika bakteri di ginjal yang terinfeksi menyebar ke darah. Urosepsis bisa mengakibatkan tekanan darah turun hingga Syok, bahkan kematian.

Terakhir diperbarui: 16 Agustus 2018

Ditinjau oleh : dr. Tjin Willy

Minggu, 02 September 2018

Merawat Baby

CARA MUDAH MERAWAT BAYI.

by, Ni wayan tantri.


Medical Check Up   -  Merawat bayi mungil menjadi menyenangkan jika Anda tahu trik praktisnya. Ayah bunda punya trik praktis untuk merawat bayi Anda.  

1. Ada cairan putih di  tali pusat/pusar  yang masih basah.Tak membutuhkan penanganan khusus, pastikan saja tali pusat tidak berbau. 

Cara: Setelah bayi dimandikan, bungkus tali pusat dengan kain kasa yang dibasahi alkohol 70%. Jangan taburi apapun, baik antibiotika atau bedak.
Ke dokter bila: kulit sekitar tali pusat menjadi merah, bengkak atau tampak berdarah. 

2. Matanya lengket 
Cara: bersihkan matanya dengan kapas yang dibasahi air matang dari arah hidung ke telinga. Gunakan satu kapas untuk sekali pembersihan.
Ke dokter bila: terlihat ad acairan kuning dan sangat lengket. 

3. Mulutnya berbau kurang sedap. Bisa jadi karena ia mulai sering ngiler akibat giginya yang tumbuh. Agar kesehatan gigi dan mulutnya terjaga, setiap kali habis makan atau minum susu, bersihkan mulutnya dengan sikat khusus. Atau dengan kain kassa basah yang dicelupkan ke air matang kemudian dibungkuskan ke jari lalu sosokkan ke geliginya. 

4. Giginya mulai tumbuh. Bayi menjadi malas makan, lebih rewel di malam hari karena gusinya sakit dan amengeluarkan banyak air liur. 
•  Jika demam, beri obat penurun panas.
•  Beri mainan yang dapat digigit-gigit. 
•  Lakukan sentuhan (pijatan ringan) di daerah raham mulut agar bayi lebih nyaman. 

5. Ada bekas merah-merah’ di seputar mulut dan pipi. Kemungkinana karena bekas tetesan air susu. Segera setelah menyusui, bersihkan seputar mulut dan pipi bayi dari bekas-bekas susu dengan air bersih dan lap agar kering. 
Jangan menaburkan bedak di atas kulit yang kemerahan, karena membuat kulit kering, bahkan bisa menyebabkan kulit tersebut jadi gatal. 

6. Hidung tersumbat. Gunakan krim penghangat khusus untuk bayi.oleskan ke dadanya namun bila kulit bayi sensitive, oelskan di bagian luar kaus dalamnya sehingga tidak langsung ke kulit. 

7. Pilek. Agar tidak mengalami dehidarasi atau kekurangan cairan, berikan minum yang cukup. Jika masih minum ASI, sering-sering susui. Jemur bayi pad apagi hari, karena kegiatan ini akan membantu mengeluarkan lender di hidung.
Lakukan: bersihkan lendirnya dengan saputangan kain yang lembut dan menyerap air atau dengan tisu super lembut. 

8. Panas, tidak turun sampai lebih dari 2 hari. Segera bawa ke dokter karena demam yang tidak turun dari dua hari bisa merupakan tanda infeksi sekunder, yaitu infeksi yang diakibatkan penyakit terdahulu. 
Jangan memberikan obat penurun demam tanpa konsultasi dengan dokter anak Anda. 

9. Sembelit, Pijat perut bayi secara perlahan dari arah kanan bawah perut ayi, membentuk “hati” dengan gerakan searah jarum jam. Pijatan ini mmebantu kerja organ pencernaan dan mencegah timbulnya sembelit. 

Jika bayi masih minum ASI eksklusif, usahakan Anda konsumsi banyak serat (baik dari sayur maupun buah-buahan) dan banyak minum air putih.

Bila bayi sudah makan makanan pendamping ASI, beri cairan yangbanyak termasuk jus buah atau kuah sayur dan buah.

10. Karena alergi susu sapi.

Bila ia masih mendapat ASI eksklusif, jaga makanan Anda dengan menghindari makanan yang mengnadung susu sapi, seperti keju atau es krim.

Bila ia sudah mendapat makanan pendamping ASI, berikan makanan yang mengnadung susu kedelai.

Periksa label makanan padat yang akan diberikan untuk bayi. Banyak biscuit bayi yang mengandung susu sapi, sehingga memicu alerginya.

Ke dokter bila reaksi alergi masih muncul walapun telah diberikan makanan yang mengandung susu kedelai.

Sabtu, 01 September 2018

Ketika Bayi Demam Kejang (Step)

Step Pada Anak Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya.


By, Ni wayan tantri,

Medical Check Up  -  Tentunya bunda sudah tidak asing lagi dengan gangguan pada bayi yaitu step. Kejang atau step biasanya sering terjadi pada bayi di usia 0 sampai dengan 5 tahun. Step sendiri adalah sebuah kondisi dimana terjadi suatu aktivitas sel saraf yang abnormal dan secara mendadak berada di otak. Kejang memiliki beberapa jenis, yang tergantung pada bagian otak yang diserang. Step yang bersifat lokal biasanya akan menyerang bagian tertentu didalam otak, sehingga mengakibatkan step dibagian tubuh tertentu. Ada juga step yang bersifat menyebar, yang akan menyerang semua bagian otak dan menimbulkan step pada seluruh tubuh.

Sebenarnya step dapat dikatakan wajar apabila waktu berlangsungnya tidak melebihi waktu hingga 5 menit. Namun jika step terjadi dalam waktu yang cukup lama, maka sebaiknya bunda harus segera membawa si kecil keperawatan medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Adapun beberapa gejala step pada bayi yang harus bunda perhatikan antara lain adalah sebagai berikut.

Gejala Step Pada Bayi:

• Adanya pandangan mata dari bayi yang terlihat kosong, serta bola mata cenderung mengarah kebagian atas.

• Tubuh bayi terasa kaku dan juga kurang responsif terhadap suatu gerakan.

• Terjadinya kedutan kecil dan juga sentakan ringan dibagian tubuh.

• Hilang kesadaran.

Setelah bunda mengetahui beberapa gejala step pada bayi, bunda juga harus memperhatikan faktor apa saja yang menjadi penyebab step pada bayi.

Penyebab Step Pada Bayi

1. Akibat Demam Tinggi.

Apabila bayi memiliki suhu tubuh yang terus meninggi hingga mencapai 38 derajat celcius, berarti bayi dikatakan mengalami demam tinnggi. Bunda harus tahu bahwa ketika bayi mengalami demam, tidak selalu diikuti dengan adanya kejang atau step. Kemungkinan terjadinya step atau kejang pada bayi yang mengalami demam tinggi antara usia 6 bulan hingga 5 tahun, hanya antara 2 hingga 5 persen saja. Terjadinya step yang hanya berlangsung selama 5 menit masih tergolong wajar dan biasanya hanya menjadi tanda awal dari gejala demam. Sebaiknya bunda jangan terlalu panik saat mendapati adanya demam tinggi pada anak. Cobalah untuk memberikan obat paracetamol untuk pertolongan pertamanya.

Setelah itu mengganti pakaian anak dengan bahan yang nyaman dan mudah menyerap keringat, dan rutin mengganti pakaian setiap saat. Akan tetapi jika step terjadi dengan selang waktu lebih dari 5 menit, maka segeralah hubungi dokter. Biasanya dokter akan menjalankan beberapa tes guna mengetahui penyebab dari demam pada anak yaitu dengan menggunakan X-ray, MRI, CT-Scan dan bisa juga mengecek darah serta urin dari anak. Demam pada anak juga dapat diakibatkan oleh adanya masalah infeksi pada telinga ataupun karena penyakit cacar. Bahkan dalam beberapa kasus, terjadinya demam tinggi pada anak dikarenakan adanya serangan penyakit meningitis ataupun pneumonia yang merupakan salah satu gangguan dibagian saraf otak.

2. Adanya Luka Atau Gangguan Pada Sel Saraf Otak.

Salah satu penyebab timbulnya step atau kejang pada anak dapat juga terjadi akibat adanya luka atau gangguan di bagian sel saraf otak. Luka atau gangguan yang timbul bisa diakibatkan karena anak terkena pukulan benda keras atau karena terjatuh yang dapat menimbulkan trauma dibagian kepala. Bunda juga harus mengetahui bahwa jika sampai anak terjatuh dari tempat tidur atau ketika sedang bermain ternyata dapat mengakibatkan luka di bagian saraf otak yang pada akhirnya dapat menimbulkan gangguan step atau kejang, kesusahan untuk bernapas hingga hilang kesadaran. Apabila anak mengalami gejala tersebut setelah dia terjatuh atau terbentur disarankan untuk secepatnya memeriksakan anak ke dokter.

3. Terjadinya Penyimpangan Senyawa Kimia di Otak.

Adapun penyebab step pada anak atau bayi dapat diakibatkan terjadinya penyimpangan senyawa kimia di dalam otak, yang dipicu oleh adanya trauma di bagian kepala atau karena cacat sejak lahir. Dari adanya kelainan inilah yang pada akhirnya dapat menjadi dasar timbulnya step pada anak. Maka dari itu, bunda harus benar-benar menjaga kesehatan sang buah hati semenjak ia masih di dalam kandungan. Hal ini berguna untuk mencegah atau mengurangi terjadinya risiko step pada anak dikemudian hari. Konsumsilah makanan yang bergizi setiap harinya untuk membantu mendukung pertumbuhan otak janin di dalam kandungan. Sehingga mampu mengurangi terjadinya cacat lahir atau penyakit lainnya yang dapat timbul akibat faktor kekurangan gizi.

4. Terjadinya Sesak Napas.

Terkadang di saat bayi mengalami gangguan sesak napas dapat memicu step atau kejang. Sesak napas yang terjadi pada anak-anak dapat dipicu oleh rasa marah, khawatir ataupun rasa takut yang berlebihan. Maka dari itu bunda harus mencari cara untuk mencegah anak agar tidak cepat marah atau memberikan kenyamanan agar  terhindar dari rasa takut ataupun khawatir yang berlebihan.

5. Terkena Penyakit Epilepsi.

Adanya serangan penyakit epilepsi pada anak dapat menjadi indikasi gejala step. Namun anak dapat dikatakan terkena epilepsi apabila anak seringkali mengalami step yang bukan diakibatkan adanya demam, sesak napas, ataupun trauma dibagian kepala.

6. Faktor Keturunan.

Ternyata step dapat diakibatkan oleh adanya faktor keturunan dari anggota keluarga. Apabila diketahui didalam keluarga tersebut ada yang mengidap step, maka tidak menutup kemungkinan bagi anggota keluarga yang lain untuk mengalami step juga. Apabila step terjadi kurang dari  5 menit, maka bunda tak perlu khawatir. Namun jika ternyata step tersebut berlangsung lebih dari 5 menit, maka ada kemungkinan anak atau bayi mengalami gangguan pada saluran kemih, usus besar, dan juga masalah diare. Segera lakukan pemeriksaan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

7. Sensitif Terhadap Cahaya.

Bunda juga harus tahu bahwa step pada anak dapat disebabkan oleh adanya faktor sensitif terhadap cahaya, terutama untuk cahaya yang terang atau menyilaukan. Dalam beberapa kasus, bayi dapat mengalami step akibat keterkejutan terhadap sinar pada layar teleivisi yang dilihatnya secara terus menerus.

Artikel terkait: ini adalah tumbuh kembang bayi di usia 7 bulan.

Cara Mengatasi Step Pada Anak atau Bayi

Saat mendapati bayi atau anak bunda mengalami step, maka bunda bisa mencoba untuk mengatasinya dengan beberapa langkah seperti berikut:

• Cobalah untuk membaringkan bayi diatas permukaan yang halus, kemudian miringkan tubuhnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya masalah tersedak oleh lidah ataupun air liurnya sendiri.

• Bunda juga harus mengusap air liurnya saat keluar dari mulut supaya tidak menghambat jalannya udara.

• Hal terpenting yang harus ibu lakukan adalah dengan memperhatikan seberapa lama step tersebut berlangsung. Apabila dalam waktu 5 menit kondisi step tidak segera hilang, maka segeralah untuk membawa bayi anda kerumah sakit.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai gejala, penyebab, dan cara mengatasi step pada bayi atau anak yang perlu ibu ketahui.

Terima kasih telah membaca artikel tentangpenyebab step, penyebab step pada balita. Apabila artikel ini bermanfaat silakan dibagikan, terima kasih