Ni Wayan Tantri

Selamat Datang Jgn Lupa Comment Terimakasih Kunjungannya

Selasa, 18 Juni 2019

Hari Otonan Ku


Otonan, Hari Kelahiran Menurut Hindu

INFORMASI Penulis Ni wayan tantri.

Image by: Ni wayan tantri


Kata Otonan berasal dari bahasa Jawa Kuno yang telah menjadi kosa kata bahasa Bali yang berasal dari kata “wetu” atau “metu” yang artinya keluar, lahir atau menjelma. Dari kata “wetu” menjadi “weton” dan selanjutnya berubah menjadi “oton” atau “otonan”.

Hari kelahiran umat Hindu di Indonesia, khususnya di Bali diperingati berdasarkan kalender Bali yang disebut pasaran. Kalender ini mempergunakan perhitungan “Wuku” yang jumlahnya 30 Wuku (210 hari) dalam satu tahun Bali, Sapta Wara (Pasaran Tujuh) dan Panca Wara (Pasaran Lima). Jadi hari kelahiran seseorang diperingati setiap enam bulan sekali menurut perhitungan 35 hari sekali. Misalnya seorang yang lahir pada hari Rabu Wage Wuku Klawu atau Buda Cemeng Klawu, maka setiap hari tersebut datang dalam jangka waktu 210 hari disebut hari “Otonan” atau hari ulang tahun bagi yang bersangkutan.

Berdasarkan uraian tersebut yang dimaksud dengan “Otonan” adalah hari kelahiran bagi umat Hindu yang datang dan diperingati setiap 210 hari sekali berdasarkan perhitungan Sapta Wara, Panca Wara dan Wuku yang berbeda dengan pengertian hari ulang tahun pada umumnya yang didasarkan pada perhitungan kalender atau tahun Masehi.



Makna Otonon

Otonan tidak mesti dibuatkan upacara yang besar dan mewah, yang terpenting adalah nilai rohaninya, sehingga nilai tersebut dapat mentransformasikan pencerahan kepada setiap orang yang melaksanakan otonan.

Tidak ada gunanya otonan yang besar namun si anak tidak pernah diajarkan untuk sungkem dan hormat pada orang yang lebih tua, akan sia-sia upacara otonan itu jika hanya untuk pamer kepada tetangga.Otonan harus dapat merubah perilaku yang tidak benar menjadi tindakan yang santun, hormat, bijaksana dan welas asih baik kepada orang tua, saudara, dan masyarakat.Otonan yang dilaksanakan dengan sadhana akan mengarahkan orang tersebut kepada realisasi diri yang tertinggi. Karena dalam upacara otonan terkandung makna bahwa kita berasal dari Brahman dan harus kembali kepadaNya.




Pentingnya Otonan

Jika dalam tradisi Hindu Bali merayakan hari ulang tahun bukanlah merupakan suatu hal yang wajib untuk dilakukan akan tetapi beda halnya dengan Otonan. Karena di hari itu kita memanjatkan puja kepada Sanghyang Widhi karena atas perkenan-Nya roh/ atma bisa menjelma kembali menjadi manusia, serta mohon keselamatan dan kesejahteraan dalam menempuh kehidupan. Dalam penetapan hari otonan tidaklah boleh asal-asalan atau tidak boleh keliru. Karena dalam lontar pawacakan dan lontar jyotisha, jika keliru dalam penetapan otonan anaknya akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.



Cara Menetapkan Hari Otonan

Dalam menentukan hari otonan yang harus dijadikan patokan adalah sistem kalender Saka-Bali. Yang mana dalam pergantian hari atau tanggal yaitu ketika matahari terbit(sekitar jam 6 pagi). Jika untuk bayi, otonan pertama kali dilakukan ketika sudah berumur 105 hari, karena organ tubuh dianggap sudah berkembang sempurna dan semua panca indra sudah aktif,dimana panca indra anak itu dapat membawa dampak positif dan negatif pada kesucian jiwa, sehingga harus di lakukan Otonan /upacara tiga bulanan. Dimana jika belum di lakukan Otonan /diupacarai tiga bulanan, maka anak itu masih “Cuntaka” atau  belum suci.



Tujuan dari pelasanaan upacara Otonan

Memperingati kelahiran seseorang, dengan demikian yang bersangkutan mengetahui pada hari apa ketika dilahirkan dan berapa tahun umurnya pada saat upacara Otonan dilaksanakan.Guna menyucikan diri seseorang, dengan upacara Otonan yang bersangkutan akan melaksanakan upacara penyucian berupa “Byakala” atau “Prayascitta” dimaksudkan untuk menyucikan diri, melenyapkan kotoran batin, menjauhkan diri dari gangguan “Bhutakala, Dengen dan sejenisnya” (mahluk-mahluk gaib yang suka mengganggu umat manusia), dengan demikian pikirannya menjadi cemerlang.Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, para leluhur, kedua orang tua dan kerabat terdekat. Dalam pelaksanaan upacara setelah yang bersangkutan menyucikan diri secara jasmaniah, dengan berkeramas dan mandi, mengenakan bhusana yang bersih, dilanjutkan dengan upacara “Byakala” atau “Prayascitta”, maka dilanjutkan dengan upacara persembahyangan bersama keluarga di Pamrajan atau tempat pemujaan keluarga.Mesyukuri (Santosa) wara nugraha atau karunia Hyang Widhi atas kesempatan yang dianugrahkan-Nya untuk menjelma sebagai umat manusia. Demikian pula mempersembahkan puji syukur atas karunia dianugrahkannya umur yang panjang serta makanan yang berlimpah yang dilaksanakan berupa “ngayab” banten Otonan yang diakhiri dengan menikmati banten yang telah dipersembahkan maupun banten Otonan yang telah “diayab” oleh yang bersangkutan.

 


Demikian antara lain tujuan pelaksanaan upacara Otonan yang patut dilaksanakan oleh setiap umat Hindu, dengan demikian hidup seseorang akan penuh makna untuk memperbaiki diri, menikmati kesejahtraan dan kebahagiaan.

Banten otonan

Sarana Upakara (Banten) Otonan adalah :

Byakala atau Byakaon: Alasnya berupa “sidi”, tempeh berlubang untuk menyaring tepung, sebagai alat pemisah yang bersih dan yang kotor. Di atas sidi ditaruh sebuah taledan (alas dari janur), raka-raka (buah-buahan) lengkap. Di tengah-tengah taledan diisi sejumput beras, benang dan sebuah sirih tampelan. Di atasnya ditempatkan kulit peras (ukiran dari tiga pucuk daun pandan). Di atas kulit peras, diisi nasi yang dibungkus, satu slekos jajan sumping, satu slekos segi tiga jajan. Kojong (daun pisang) rangkadan. Sampiyan nagasari, sesedep berisi beras dan benang putih. Coblong (tempat air) berisi air dan sebuah padma (dari janur). Satu tanding pabresihan payasan. Satu takir isuh-isuh bersi sapu lidi, tulud, sambuk, danyuh dan satu takir benang merah.

Maknanya : Sesuai dengan namanya banten ini mengandung makna simbolis untuk menjauhkan kekuatan Bhutakala (kekuatan negatif) yang mengganggu umat manusia. Sampeyan dari 3 pucuk daun pandan menunjukkan supaya kekuatan negatip itu menjauh, selanjutnya dikondisikan supaya yang bersangkutan bersih lahir dan batin dengan adanya sapu lidi, tulud dan sebagainya. setelah bersih diri lahir dan batin barulah seseorang menghadap Sang Hyang Widhi dan para leluhur.Peras: Alasnya berupa taledan, diisi raka-raka (buah-buahan) lengkap, kulit peras yang dialasi beras dan di atasnya ditaruh nasi berupa 2 buah untek, sirih tampelan, benang dan kojong rangkadan. Dilengkapi dengan sampiyan peras atau pengambeyan, dapat dilengkapi dengan ayam panggang atau tutu dan canang sari.

Maknanya: Banten Peras sesuai dengan namanya memohon keberhasilan, sukses atau prasidha (Sidhakarya)nya sebuah Yajña. Di dalamnya juga terkandung permohon kepada Sang Hyang Widhi dalam wujudnya sebagai Tri Murthi, guna menyucikan Tri Guna (sifat Sāttwam, Rājah dan Tāmah) pada diri manusia.Pengambeyan: Alasnya berupa taledan, raka-raka (buah-buahan) lengkap dilengkapi dengan jajan bantal pengambeyan, nasi berupa 2 tumpeng yang ditengah-tengahnya disandarkan ketipat pengambeyan, 2 buah tulung pengambeyan yang berisi nasi, kacang saur, kojong rangkadan dan ayam panggang. Sampiyan pengambeyan dan sebuah canang.

Maknanya : Kata Ngambe berarti memanggil atau memohon. banten Pengambeyan mengandung makna simbolis memohon karunia Sang Hyang Widhi dan para leluhur guna dapat menikmati hidup dan kehidupan senantiasa berdasarkan Dharma di bawah lindungan dan kendali Sang Hyang Widhi dan para Leluhur. Disini muncul permohonan ketegaran dan ketangguhan untuk menghadapi tantangan hidup dan kehidupan.Ajuman atau Sodan: Alasnya berupa taledan, raka-raka (buah-buahan) lengkap. Nasinya berupa 2 kelompok kecil nasi sodan, ulam (daging) dalam ceper (rerasmen) atau dalam ituk-ituk dan canang. Sodan yang lebih lengkap dapat diisi sampiyan slangsang atau sampiyan cili dan dilengkapi dengan ayam panggang, atau tutu, dapat diisi ketupat kelanan.

Maknanya : Banten Ajuman atau Sodan maknanya mempersembahkan makanan yang dilengkapi dengan sirih (canang) karena umat manusia diwajibkan mempersembahkan terlebih dahulu apa saja yang mesti dinikmati. Seseorang yang menikmati makanan tanpa mempersembahkan terlebig dahulu kepada-Nya, dinyatakan sebagai pencuri yang menikmati pahala dosanya sendiri.Sayut Lara Mararadan: Alasnya berupa tamas sesayut. Raka-raka (buah-buahan) lengkap. Nasi: Di atas sebuah kulit sayut, sebagian memakai tepi (masebeh) berisi nasi maura dan kacang saur. Dilengkapi 3 tanding kojong rangkadan. Ditancapkan 3 batang linting kapas berisi celupan minyak kelapa. Waktu natab linding dinyalakan. Sampiyannya: nagasari, sasedep, wadah uyah, penyenang, lis- padma, pabresihan payasan. Dilengkapi 1 buah kelapa gading muda (dikasturi/dibuka) yang airnya digunakan untuk dicipratkan dengan memakai lis padma yang berfungsi menghanyutkan lara dan canang.

Maknanya : esuai dengan namanya, banten ini mengandung makna keselamatan, mohon kesejahtraan, dan berkurang serta lenyapnya semua jenis penyakit, apakah sakit karena kekuasaan alam, seperti cuaca yang buruk, vbanjir besar dan sebagainya, penyakit yang disebabkan oleh virus atau kuman, atau penyakit yang disebabkan oleh kurang mampunya seseorang mengendalikan disi (psikosomatik), dan lain-lain.Dapetan: Alasnya berupa taledan, raka-raka (buah-buahan) lengkap.Nasinya berupa 1 tumpeng, kojong rangkadan. sampiyannya jeet goak, sasedep berisi benang putih. Diisi penyenang (berupa tumpeng 3 buah) dan canang.

Maknanya : Banten ini mengandung makna seseorang hendaknya siap menghadapi kenyataan hidup dalam suka dan duka. Harapan setiap orang tentunya berlimpahnya kesejhatraan dan kebahagiaan, panjang umur dan sehat walafiat. banetn ini juga sebagai ungkapan berterima kasih, mensyukuri karunia Tuhan Yang maha Esa (Santosa) karena telah diberikan kesempatan untuk meniti kehidupan dan memohon senantiasa tidak jauh dari lindungan-Nya.



Mantra/Doa Dalam Otonan



Mantra yang bisa digunakan dalam otonan yaitu sebagai berikut:Mabya kala /bya kaon Om shang bhuta nampik lara sang bhuta nampik rogha,sang bhuta nampik mala,undurakna lara roga wighnanya  manusanya.Om sidhirastu Yanama Swaha .Matepung tawar. Om purna candra purna bayu mangka purnaya manusa maring marcepada kadi langgenaning surya candra vmangklana langgenganipun manusyania Om sidhirastu ya nama Swaha . Mesesarik



kening:             om sri sri ya nama swahabahu kanan:      om anengenaken phala bhoga ya nama swahabahu kiri:        om angiwangaken pansa bhaya bala rogha ya nama swahatelapak tangan:    om  ananggapaken   phala bhoga ya nama swahatengkuk:            om angilangaken  sot papaning wong ya nama swahadada:              om anganti ati sabde rahayu



Matebus benang Om angge busi bayu premana maring angge sarireNatab sesayut Dalam natab sesayut ada 2 mantra yang bisa dipergunakan untuk otonan sederhana 1. Sesayus bayu rauh sai Om sanghyang jagat wisesa ,metu sira maring bayu, alungguh maring bungkahing adnyana sandi Om Om sri paduka guru ya namah. Om ung sanghyang antara wisesa , metu sira maring  sabda, alungguh maring madyaning adnyuana sandi Om om sri sri paduka guru ya namah . Om mang sanghyang jagat wisesa . metu sire maring idep. alungguh maring tungtungngin adnyana sandi Om om sri paduka guru ya namah 2. Sesayut pangenteg bayu Om dabam jaya bayu krettan dasa atma dasa premanam  sarwa angga m,a sariram wibbbbuh bhuanam dewat makam.   Semoga bermanfaat

Sabtu, 18 Mei 2019

Jam Kerja Organ Tubuh Manusia

Ini Adalah Gambaran Jam Kerja Organ Tubuh di Dalam Tubuh Anda.



Penulis: Ni Wayan Tantri  Pasti anda sering bertanya-tanya, mengapa di pagi hari kita sering merasa mulas dan ingin buang air besar? atau mengapa pada siang hari kita merasa lemas, ngantuk dan butuh tidur siang? Berikut adalah artikel yang sangat menarik, semoga dapat menjawab pertanyaan anda selama ini.



 Medical Check Up Setiap Organ tubuh memiliki waktu piket masing-masing, ada 12 organ utama dalam tubuh kita, yakni paru-paru, usus besar, lambung, limpa, jantung, usus kecil, kantung kemih, ginjal, selaput jantung, tiga pemanas, kandung empedu, dan hati.
Ada masa organ-organ tersebut bekerja maksimal dan minimal, sebagai berikut:



  • Paru-paru bekerja maksimal antara pukul 03.00-05.00. Minimal pukul 15.00-17.0

  • Usus besar bekerja maksimal antara pukul 05.00-07.00. Minimal pukul 17.00-19.00


 


  • Lambung bekerja maksimal antara pukul 07.00-09.00. Minimal pukul 19.00-21.00.



  • Limpa bekerja maksimal antara pukul 09.00-11.00 Minimal pukul 21.00-23.00.

  • Jantung bekerja maksimal pukul 11.00-13.00. Minimal pukul 23.00-01.00
  • Usus kecil bekerja maksimal pukul 13.00-1 5.00. Minimal pukul 01.00-03.00.
  • Kantung kemih bekerja maksimal pukul 15.00-17.00. Minimal pukul 03.00-05.00.
  • Ginjal bekerja maksimal pukul 17.00-19.00. Minimal pukul 05.00-07.00
  • Selaput jantung bekerja maksimal pukul 19.00-21.00. Minimal pukul 07.00-09.00
  • Tiga pemanas bekerja maksimal pukul 21.00-23.00. Minimal 09.00-11.00
  • Kandung empedu bekerja maksimal pukul 23.00-01.00. Minimal pukul 11.00-13.00


  • Hati bekerja maksimal pukul 01.00-03.00. Minimal 13.00-15.00
Tidak heran bila pada waktu-waktu tertentu banyak orang melakukan kegiatan yang sama. Buang air besar banyak dilakukan antara pukul 05.00-07.00, saat daya kerja usus besar sedang maksimal.


Oleh karena itu, jangan biarkan lambung bekerja tanpa ada bahan di dalamnya. Bisa kembung dan banyak gasnya bila pada pukul 07.00-09.00 perut tidak diisi makanan, apalagi hanya kopi,” 

Sebaliknya, masa organ bekerja minimal adalah 12 jam sesudah ia bekerja maksimal. Contohnya, lambung akan bekerja minimal pada pukul 19.00. Sebab itu, makan malam semestinya tidak berlebihan. Lebih baik sedikit, tetapi bergizi. Maksudnya, bukan karena kita tidak beraktivitas, melainkan supaya makanan tidak menjadi timbunan sampah, akibat lambung tidak bekerja maksimal.
Kesadaran dan pengetahuan ini akan membantu kita untuk berlaku rasional terhadap tubuh sendiri.


Via: @Medical Check Up 👈 click & follow 


Jumat, 10 Mei 2019

Apa Sih yang Didengar Dokter Melalui stetoskop

Penulis, Ni wayan tantri


Medical Check Up Ketika pergi ke dokter atau rumah sakit, sering kali dokter akan menempelkan stetoskop ke tubuh kita. Nah,sebenarnya apa sih yang didengar dokter ketika menggunakan stetoskop itu.

Stetoskop pertama kali dibuat oleh dokter asal Prancis bernama Laënnec di tahun 1819. Kini benda yang menjadi salah satu simbol dari profesi medis ini menjadi alat yang digunakan oleh dokter guna mendengarkan suara di rongga dada seperti detak jantung, suara janin, suara vena, atau suara usus pasien.


Ini yang Didengar Dokter Melalui Stetoskop - Alodokter
1. Suara jantung

Ketika melakukan pemeriksaan, dokter akan menempelkan stetoskop ke dada guna mendengarkan detak jantung kita. Tujuannya untuk menentukan apakah jantung berdetak dengan benar dan memiliki ritme yang normal, hingga bisa dijadikan patokan mengenai kesehatan jantung kita.
Detak jantung normal hanya memiliki dua suara yaitu suara S1 yang terdengar seperti ‘lub’ dan suara S2 yang terdengar seperti ‘dub’. Kalau ada yang tidak normal, itu berarti jantung kita memiliki masalah. Berikut suara-suara abnormal jantung yang bisa didengarkan dengan bantuan stetoskop:
  • Suara abnormal pada jantung yang paling umum adalah suara murmur, yaitu suara seperti desingan, tiupan, atau suara serak yang terjadi selama jantung berdetak. Ini bisa menandakan jika anak terkena penyakit jantung bawaan cacat jantung, saluran antara aorta dan arteri paru-paru gagal menutup dengan benar. Pada orang dewasa, murmur merupakan tanda adanya masalah pada katup jantung, dan berbagai macam kelainan lainnya.
  • Gallop, irama detak jantung yang menyerupai langkah kuda yang sedang berlari. Ini dapat mengindikasikan adanya gagal jantung, namun jika ditemukan pada atlet berusia muda dan ibu hamil biasanya tidak berbahaya
  • Suara klik atau suara bernada tinggi yang pendek menandakan adanya masalah dengan katup mitral jantung.
  • Suara gesekan, menandakan kita terkena infeksi jenis tertentu karena virus, bakteri, atau jamur.
2. Suara paru-paru

Dengan menempelkan stetoskop di dada, punggung, tulang rusuk, dan tulang selangka, dokter bisa mendengar apakah suara napas kita normal, tidak normal, menurun, atau tidak ada. Suara paru-paru normal akan terdengar menyerupai suara hembusan angin sedangkan suara yang abnormal diantaranya seperti suara bernada rendah, bernada tinggi, mengi, suara yang bergetar dan keras, atau suara yang menyerupai dengkur bisa menandakan jika kita terkena berbagai penyakit seperti pneumonia, gagal jantung, asma, bronkitis, penyakit paru obseuktif kronis, aliran udara ke paru-paru berkurang, dan kondisi lainnya.

3. Suara perut

Sebagian besar suara yang diproduksi oleh usus adalah suara pencernaan normal. Tapi jika disertai dengan gejala seperti mual, muntah, diare, sembelit, kelebihan gas, tinja berdarah, dada terasa panas (heartburn), berat badan turun, dan kembung tentu lain lagi ceritanya. Dengan bantuan stetoskop, dokter kemungkinan akan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosa penyebab yang mendasarinya.
Suara perut yang terlalu berisik atau tidak bersuara sama sekali kemungkinan disebabkan adanya trauma, hernia, gumpalan darah, tumor, penyumbatan usus, bisul, perdarahan, alergi makanan, tubuh kekurangan kalium, radang usus , usus rusak, paparan radiasi, atau sedang mengonsumsi obat tertentu.
Stetoskop bukan sekedar objek wajib yang melengkapi penampilan dokter, alat yang satu ini berguna untuk membantu dokter mendiagnosis penyakit yang diderita pasien.

Selasa, 07 Mei 2019

Pelepasan Santri Siswa Siswi Akhir Ponpes At taufiq

Tasyakuran dan Pelepasan Santri/Siswa Siswi Akhir tahun pelajaran 2018-2019 Yayasan At-taufiq Sirrul Ghuyub



Yayasan At taufiq - Yayasan Pondok Pesantren At taufiq Sirrul Ghuyub di kp.Galian sasak, Sukakerta, Sukawangi, Bekasi mengadakan acara Tasyakuran/Pelepasan dan Prosesi Wisuda Santriwan dan Santriwati Kelas VI Mi, MTs IX, dan SMK Pertanian Kelas XII, pada Sabtu (3/5/2019) waktu setempat.

Anggota Yayasan Ponpes At taufiq, Komite Sekolah, dan Orang Tua Siswa menghadiri acara wisuda dan tasyakuran / pelepasan Purnawiyata para Santri / siswa – siswi Mi, MTs, & SMK At-taufiq Tahun Pelajaran 2018/2019. Sabtu malam (3/5/2019).
Bertempat di area/halaman sekolah At taufiq kp.Galian Sasak Bekasi, wisuda dan pelepasan purnawiyata ini dilaksanakan dengan penuh hikmat dan mendapat antusias. 

Perpisahan dan pelepasan santri/siswa akhir kelas XII merupakan agenda dari yayasan At taufiq yang dilaksanakn pada tahun ini setelah semua proses pembelajaran kelas XII selesai atau setelah ujian nasional dilaksanakan. Selain sebagai ajang silaturahmi antar siswa siswi santri, dan warga sekolah (para guru dan staff), acara ini juga sebagai prosesi melepas siswa kelas XII yang telah menyelesaikan masa belajarnya di jenjang Sekolah Menengah Atas. Para siswa/i yang telah lulus ujian tersebut nantinya akan kembali ke orangtua dan masyarakat sebagai sosok pribadi yang lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak dalam menentukan masa depannya, untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan di perguruan tinggi.



Dalam sambutannya, (Bpk Ust. M Elam Taufiq S.pd) selaku Kepala yayasan itu menyampaikan rasa suka cita karena dengan sukses melaksanakan UNBK yang berjalan dengan baik. 
“UNBK tahun ini berjalan dengan baik, tentunya kami sangat senang meskipun ujian siswa merupakan bentuk pemetaan, kami berharap, siswa/santri yg telah lulus ini nantinya bisa terus melanjutkan ke perguruan tinggi, dan tetap berjiwa santri ”. 
Dalam sambutannya juga, beliau menyampaikan Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada dewan guru yang telah mendidik siswa siswinya. 

“kami sangat mengapresiasi kerja keras dan mengucapkan terima kasih kepada dewan guru dalam mendidik siswa ini selama tiga tahun, dan berharap kepada siswa untuk terus semangat belajar karena ini langkah awal menuju cita-cita yang lebih tinggi lagi, serta saya juga berharap agar orang tua terus melanjutkan pendidikan anaknya karena kubutuhan zaman saat ini menuntut SDM yang handal, yang berkemampuan dan potensi untuk bisa ikut membangun bangsa kita lebih baik dalam menuju kesejahteraan,”ungkapnya.



Tambahnya, “Terkait Yayasan Madrasah/Sekolah insha alloh tahun depan Pemerintah akan melakukan akreditasi untuk menilai kelayakan program atau satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional secara bertahap, terencana  dan terukur sesuai Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional BAB XVI Bagian Kedua Pasal 60 tentang Akreditasi. Pemerintah menetapkan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) dengan Peraturan Mendiknas Nomor 29 Tahun 2005. BAN-S/M adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program atau satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan mengacu pada standar  nasional pendidikan. Sebagai institusi yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Mendiknas, BAN-S/M bertugas merumuskan kebijakan operasional,  melakukan sosialisasi kebijakan  dan melaksanakan akreditasi sekolah/madrasah. Dalam melaksanakan akreditasi sekolah/madrasah, BAN-S/M dibantu oleh Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) yang dibentuk oleh Gubernur, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, khususnya Pasal 87 ayat 2.

Ungkapnya, kami telah mengadakan rapat dan akan mengupayakan hal itu ke tingkat yang lebih mempunyai kebijakan untuk itu”. أمين


Acara wisuda untuk santri/siswa Pondok Pesantren yang terletak di Kampung galian sasak itu berjalan dengan sangat meriah dan di hibur juga dengan berbagai tarian dari para murid, pembacaan surat-surat pendek, khotmil Qur'an, pembacaan puisi berantai, dan juga upacara prosesi Sungkeman kepada Ibu/Bapak Guru. Dan masih banyak acara lain yang memeriahkan.







Pelaksanaan Wisuda ini adalah bagian dari program untuk mewujudkan dan melahirkan siswa-siswi madrasah yang hebat prestasi, hebat kualitas yang memiliki akhlakulkarimah, Melahirkan Generasi Milenia yang Cerdas dan Berkarakter Qur’ani.

Pelaksanaan Wisuda yang saya saksikan ini dirangkai dengan pelepasan santri/siswa-siswi akhir At-taufiq ini bukan akhir dari sebuah proses pembelajaran pada tingkat Pendidikan Dasar ataupun Menenengah namun ini adalah awal dari sebuah proses menuju kejenjang pendidikan lanjutan. Madrasah hebat bukan dilihat dari fasilitas bangunannnya tetapi dari kualitas para siswa-siswi serta kemapuan mengajar para guru-guru dalam memberikan ilmu kepada siswa-siswinya. Madrasah hebat berprestasi yaitu madrasah yang mencapai pencapaian kualitas terbaik kesemua komponen madrasah dengan menggunakan cara yang jujur, berkualitas dan bermartabat.

Saya pribadi selaku penulis, menyampaikan selamat kepada para +-45 orang santri / siswa-siswi MI, MTs, juga SMK At taufiq yang telah menyelesaikan pendidikanya tahun 2018-2019, dari keberhasilan yang diraih pada pendidikan tingkat Dasar hingga tingkat Menengah dan pada hari sabtu malam 3/4-2019 mereka telah diwisuda.

Saya pribadi berharap semoga apa yang telah diraih mampu menjadi bekal penting untuk menapak ke jenjang pendidikan berikutnya dengan bekal pengetahuan agama yang telah dimilikinya.


Menurut dari salah seorang Santri yang pernah saya ajak berbincang, sebenarnya yayasan ini pernah mengikuti lomba sains tetapi pada tahun-tahun sebelumnya telah mampu bersaing dalam berbagai program perlombaan bukan hanya pada tingkat antar sekolah namun juga sampai pada tingkat kabupaten di Bekasi 
dengan meraih berbagai prestasi.

Untuk itu keberadaan madrasah dalam memajukan dunia pendidikan telah mengambil peran yang sangat menentukan dan strategis terhadap keberlangsungan pembangunan Sumber Daya Manusia di Tanah Air karena madrasah mampu mewujudkan generasi bangsa yang kompotitif yang memiliki pengetahuan ahlak dan moral dalam menghadapi perkembangan dunia dewasa ini.

Melaui berbagai program yang telah dicanangkan oleh Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dengan memiliki semboyan:

"Madrasah lebih baik, Lebih baik madrasah, dan menghadirkan madrasah hebat, Madradah bermartabat..!!" 



Diakhir acara Tasyakuran malam minggu itu pembawa acara (teh Khoir & teh Ega) mewakili panitia dan seluruh anggota Yayasan mengucapkan terima kasih kepada orang tua santri / siswa yang telah hadir menyaksikan keberhasilan yang telah diraih anak-anak mereka untuk itu beliau (seluruh pihak yayasan At taifiq) berharap kepada orang tua agar terus mendidik anak-anaknya supaya lebih baik lagi.


Sabtu, 04 Mei 2019

Dukun Edan

Sekedar posting lucuan saja  😆😃😄


Image post by  Firman


Karna tak kuad hdup miskin Udin pun pergi mnemui dukun. 

Udin: mbah saya minta tolong mbah.. 

Dukun: minta tolong apa?? Minta Cakep ya!!? Hahahahaha ngimpiii... 

Udin: jiiaahhh,, bukan mbah.. Saya pengen kaya. 

Dukun: klo pngen kaya, usaha donkkk!!! 

Udin: usaha apa mbah ?? 

Dukun: gimana kalo km buka toko aja!?? 

Udin: tapi saya nggak punya modal mbah.. 

Dukun: ohhhh modaL toohh.. Tunggu sbentar!! 

Tak lama si dukun pun menghampiri Udin.

Dukun: nichh mbah kasih modal (nyodorin linggis). 

Udin: maksudnya saya suruh jualan linggis gitu mbah ??? 

Dukun: tolooolll...Ntar jam 2 malem km buka toko tetangga km pake linggis ini.. Paham!??? 

Udin: mbah, berantem aja yookkk!! 

Wkwkwkwkwk 






Selasa, 30 April 2019

Minum Kopi Melawan Kanker Kulit

Sudah Tahukah Kamu Minum Kopi Mampu Melawan Kanker Kulit? 

Penulis: Ni wayan tantri. 

https://kliniktantri.blogspot.comhttps://kliniktantri.blogspot.com

Medical Check Up — Dulu, kopi lebih dikenal sebagai minuman pagi hari untuk menyegarkan tubuh setelah bangun tidur dan minuman santai di sore hari. Di zaman urban saat ini, kopi dikenal sebagai minumannya para pekerja aktif. Minuman kopi sudah menjadi menu wajib saat bekerja dan tidak bisa ditinggalkan
Well, kabar baik untuk kita para coffee addict. Kita yang mengonsumsi minuman kopi empat cangkir sehari atau lebih, dapat terlindung dari paparan jahat sinar UV. Artinya, para penikmat kopi memiliki resiko rendah terserang kanker kulit. Bagaimana bisa?
Kafein yang terkandung di dalam kopi, selain bermanfaat sebagai penghilang rasa kantuk dan bisa menyegarkan tubuh dan pikiran, pun bermanfaat untuk menekan sel-sel tubuh yang berpotensi menjadi kanker saat terkena matahari. Lainnya, zat yang terkandung di dalam kopi dapat menangkis stress oksidatif pada kulit. Ini adalah kondisi dimana kulit tubuh mengalami stress akibat terlalu banyak terpapar sinar UV, seperti kulit memerah, muncul bintik-bintik hitam, terbakar, mencegah kerusakan DNA, bahkan melawan aging!


Hmm, jika sudah tahu manfaat emas dari minuman kopi ini, ketika ditawarkan minuman kopi yang terbuat dari biji kopi berkualitas, masih mampu untuk menolak? Atau tetap memilih untuk membeli kopi dengan harga ekonomis?


Senin, 22 April 2019

Kisah Santri di At taufiq



Pengalaman Seru yang Hanya Dialami Para Santri di Pesantren Pinggiran


Postingan ini saya publikasikan berdasarkan apa yang saya lihat selama saya berada di Ponpes At taufiq Kp. Galian sasak 05, Sukakerta, Sukawangi. 


YAYASAN AT TAUFIQ — Mendengar kata pondok mungkin sebagian orang bakal langsung gatal-gatal sambil memegang perutnya. Pasalnya pondok selalu identik dengan lingkungan tak bersih yang bikin gatal-gatal dan juga harus hidup prihatin dengan segala keterbatasan. Sebenarnya nggak gitu juga kok menurut saya. Ada banyak pondok pesantren modern yang bahkan lebih nyaman dari rumah sendiri. Gontor, Tebuireng, Langitan, itu adalah beberapa contoh yang paling terkenal.

Tapi, nggak semua orang mampu mondok di tempat-tempat tersebut. Sehingga solusinya adalah memilih pesantren yang standar/biasa-biasa yang tak terlalu mewah yang ada di pinggiran kota atau kalau perlu sampai ke gunung-gunung. Nggak masalah, toh ilmu yang bakal didapatkan juga sama. Bahkan ketika mondok di daerah pinggiran, kita bakal mengalami segudang pengalaman seru yang susah ditemukan di pesantren tengah kota yang modern.

Lalu keseruan apa saja yang hanya didapatkan anak-anak pesantren pinggiran itu? Simak ulasan serunya berikut.


  

1. Kucing-kucingan Saat Pergi Ke Luar

Hidup di pondok pesantren memang harus siap mematuhi segala peraturannya. Terutama aturan soal pergi ke luar lingkungan pesantren. Tapi, namanya anak muda yang masih labil, kadang masih nekat juga pergi keluar, walaupun sebenarnya alasannya sangat sepele. Entah nonton bola di kampung sebelah, atau sekedar ngopi. Nah, karena ini berbenturan dengan peraturan, maka anak pondok pun harus melakukannya dengan sembunyi-sembunyi.

Lucu sih pengalaman kucing-kucingan sama ustad. Sama seperti film Mohabattein di mana tiga siswa nakal itu keluar sekolah. Bedanya cuma di pesantren nggak ada gerbang setinggi itu. Merupakan kepuasan tersendiri kalau bisa keluar pondok dan nggak ketahuan. Tapi, siap-siap kena hukuman ketika ustad sudah menunggu di depan dan memergoki aksi para santri.


2. Cari Gebetan Masih Pakai Surat-suratan

Meskipun labelnya anak pesantren, tapi soal cinta mereka juga sama. Anak pesantren biasanya jatuh hati kepada para santriwati, tapi berhubung ini adalah lingkungan pondok, sudah jelas ada larangan khalwat alias campur baur. Di pesantren santri juga nggak boleh memegang handphone. Lalu gimana caranya mengungkapkan isi hati? Yup, pakai surat tentu saja. Hahaaa

Unik sih percintaan di pesantren ini, meskipun nggak ekstrem seperti yang ada di sinetron pesantren-pesantren itu. Nah, soal surat menyurat tadi, memang jadi kebiasaan anak pesantren cowok dan cewek untuk berkomunikasi. Lucunya, adalah ketika surat-surat ini diketahui ustad. Kadang si ustad inilah justru yang membalas surat dari si pria atau wanita yang isinya biasanya ajakan nikah. Wkwkwk lucu juga



3. Digundul Bila Ketahuan Melakukan Kesalahan

Hukuman cambuk yang diberlakukan di salah satu pesantren pinggiran Jombang beberapa tahun lalu, dikecam banyak pihak karena dinilai berlebihan. Jarang sekali pesantren memberlakukan hukuman yang menyiksa seperti itu. Paling alternatifnya hanya dua, disuruh membersihkan pondok atau digundul.

Nah, soal digundul ini memang sudah jadi hukuman yang paling populer di sana. Kabur dari pesantren digundul, ketahuan berduaan dengan santriwati alias pacaran digundul, merokok digundul dan sebagainya. Lucunya, kadang digundulnya nggak bagus, satunya dibiarin agak panjang tapi satunya pendek banget (super tipis)


4. Hantu di Pondok Sudah Seperti  Teman 

Hal yang cukup membingungkan soal pondok adalah kenapa tempat seperti ini banyak banget hantunya. Padahal di dalamnya dipakai untuk mengaji, sholat malam dan sebagainya. Sudah banyak cerita-cerita tentang hantu yang dialami oleh anak pesantren. Terlalu sering sampai akhirnya mereka nggak takut lagi.

Ketemu kuntil anak dan pocong di kamar mandi pun nggak bakal takut. Yang ada malah inspeksi, “Ini pocong yang di pohon bambu deket pondok kebon belakang nih, ngapain lo di sini.” Si pocong pun berwajah datar gara-gara mendapatkan perlakukan yang nggak pernah diduganya. Kadang anak pesantren ketakutan sih dengan yang namanya hantu. Tapi, setelah lewat tahun-tahun pertama, mereka sudah bagaikan teman.


5. Ketinggalan Zaman

Namanya juga pesantren pinggiran, ada fasilitas untuk tinggal dan belajar ilmu sudah alhamdulilah. Nggak perlu minta yang aneh-aneh. Karena neriman(nrimo/legowo) kalau kata orang Jawa, maka anak pesantren biasanya nggak sadar kalau mereka ketinggalan zaman.

Kita sudah uninstall flappy bird, mereka masih berkutat dengan space impact, snake, bounce dan sebagainya. Seperti itu sih perumpamaannya. Tapi, meskipun begitu setidaknya mereka masih lugu dan nggak tercemar dengan hal-hal negatif dari handphone.


6. Ngerjain Senior Dengan Cara Lucu

Senioritas di pesantren sangat tinggi lho, kalau nggak percaya tanya saja kepada anak-anak pesantren. Fenomena ini pun juga terjadi di pesantren pinggiran. Namanya juga senior, kadang mereka berlaku nggak baik kepada adik-adiknya. Tapi, nggak sampai bullying atau menyiksa secara fisik sih. Biasanya hanya main suruh-suruh saja. Entah belikan ini itu ke warung, atau sekedar ambilkan makan malam sekaligus minumnya.

Tapi, kesel juga sih si santri junior kalau disuruh-suruhterus, maka kemudian para junior pun mengerjai kakak tingkat dengan cara yang cerdas. Misalnya, ganti air minum dengan air kamar mandi, wahahaa 😅 atau mungkin mencampurkan sesuatu dimakanan senior. Gitu-gitu sih, dan ini fakta.   😆

Beginilah kehidupan pesantren pinggiran yang unik dan jadi kenangan asyik bagi yang pernah melewatinya. Ya, meskipun labelnya pinggiran tapi soal khazanah keilmuan mereka nggak kalah. Kadang dai dan kyai besar umumnya ya lulusan dari pesantren yang ada di gunung-gunung.