Ni Wayan Tantri

Selamat Datang Jgn Lupa Comment Terimakasih Kunjungannya

Kamis, 26 Juli 2018

Alasan Pemberian Infus Pada Pasien

Tujuan Pemberian Infus.

image:fb.story.tantri

Oleh, Ni wayan tantri

Medical CheckUp -  Setiap kita ke rumah sakit, kita pasti akan melihat setiap pasien yang dirawat inap akan terpasang infus. Beberapa orang yang sakit datang ke rumah sakit untuk dirawat inap atas permintaan sendiri dan meminta diinfus karena tidak bisa makan karena mual ataupun muntah-muntah. Beberapa lagi datang ke rumah sakit karena sedang merasa lemas dan meminta diinfus agar terasa lebih segar. Atau yang lebih sering kita lihat di rumah sakit adalah dokter di rumah sakit tersebut yang menyarankan agar pasien yang akan dirawat inap untuk dipasang infus walaupun dalam kondisi sakit tersebut sehari-harinya pasien masih bisa makan dan minum seperti biasa.

Dengan berbagai alasan tersebut, apakah tujuan infus yang sebenarnya? Apakah untuk menggantikan makanan? Ataukah sebagai vitamin agar pasien menjadi lebih segar?

Komposisi Cairan Infus

Ada berbagai macam jenis cairan infus yang digunakan dokter untuk pasien di rumah sakit. Diantaranya Ringer’s Lactate, NaCl 0.9%, Dextrose 5%, Ringer’s Acetate, dan masih banyak lagi jenis infus yang akan digunakan dokter sesuai dengan kebutuhan pasien.

Cairan infus yang diberikan kepada pasien sebenarnya hanya memiliki kandungan air yang dikemas secara steril dan elektrolit seperti natrium, kalium, klorida, dan kalsium. Bahkan cairan Dextrose 5% hanya memiliki kandungan air dan gula sebanyak 5% dari jumlah yang ada di dalam kemasan tersebut tanpa kandungan eletrolit. Beberapa cairan lagi memiliki kandungan laktat dan asetat yang berfungsi sebagai penyeimbang pH (tingkat keasaman) agar cairan tersebut memiliki pH yang mirip dengan plasma darah.


Komposisi Cairan Infus via:in.slideshare
(Sumber: New England Journal Medicine)

Tujuan Pemberian Infus

Melihat komposisi setiap jenis cairan infus yang hanya mengandung elektrolit, tidak ada cairan infus jenis apapun yang mengandung vitamin ataupun komposisi yang menyerupai makanan sehari-hari. Sehingga cairan infus ini tidak bisa digunakan sebagai pengganti makanan sehari-hari ataupun vitamin untuk menyegarkan tubuh. Jadi, sebuah kesalahan besar jika cairan infus ini digunakan sebagai pengganti makanan.

Ada beberapa alasan mengapa banyak dokter menyarankan pasien untuk diberikan cairan intravena atau infus:

1. Menggantikan Cairan Tubuh yang Terbuang

Tubuh manusia 50-60% terdiri dari cairan. Untuk dapat bekerja maksimal tubuh kita membutuhkan cairan sebanyak itu. Pada pasien yang dengan kondisi muntah-muntah, diare, dan perdarahan hebat, akan banyak cairan tubuh yang terbuang sehingga banyak jaringan tubuh yang kekurangan cairan atau disebut dengan dehidrasi. Pemberian cairan infus merupakan terapi terpenting untuk mempertahankan volume cairan tubuh agar tubuh tidak kekurangan cairan.

2. Mempertahankan Keseimbangan Elektrolit

Keseimbangan elektrolit tubuh salah satunya diatur dengan pelepasan arginine vasopressin (AVP) oleh tubuh. AVP berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan air dan garam dengan cara mengurangi jumlah air yang dibuang tubuh disaat tubuh sedang mengalami dehidrasi. Tetapi ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan tubuh melepaskan AVP walaupun kondisi tubuh sedang tidak mengalami dehidrasi, yaitu rasa nyeri, stress, mual, muntah, dan proses inflamasi (peradangan). Dalam kondisi tersebut tubuh tidak dalam kondisi kekurangan cairan, tetapi AVP tetap dilepaskan sehingga tubuh menjadi kelebihan cairan dan konsentrasi garam natrium menjadi rendah. Dengan alasan ini dokter biasanya akan tetap memberikan infus walaupun tubuh tidak dalam keadaan dehidrasi.

3. Kebutuhan Glukosa Sebagai Energi

Pada orang yang sedang sakit biasanya nafsu makan akan menurun atau bahkan tidak ada asupan makanan sama sekali, sedangkan kebutuhan kalori pada orang yang sedang sakit meningkat. Jika tidak ada asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh, maka tubuh akan tetap memproduksi energi sendiri dengan cara memecah lemak dan protein dari berbagai bagian tubuh. Inilah sebabnya pada beberapa orang yang sakit kronis dapat menyebabkan berat badan menurun dan massa otot menjadi mengecil. Oleh karena itu terdapat beberapa cairan yang memiliki kandungan glukosa untuk mencegah terjadinya proses pemecahan lemak dan protein.

4. Jalur Pemberian Obat Intravena

Infus juga dapat dimanfaatkan sebagai jalur untuk obat yang diberikan langsung melalui pembuluh darah. Obat yang diberikan hanya perlu disuntikkan ke dalam selang infus yang sudah terpasang dan obat akan masuk ke dalam pembuluh darah bersama cairan infus. 

  image via: fb.story.tantri

Dari artikel ini, mudah-mudahan cukup menjelaskan bahwa ternyata cairan infus diberikan bukan untuk sebagai obat untuk membuat kita menjadi lebih segar dan juga bukan sebagai pengganti makanan. Memang ada beberapa jenis infus khusus yang berisi nutrisi setara dengan makanan yang kita makanan sehari-hari, tetapi infus khusus itu tidak bisa diberikan hanya dalam 1-2 jam, tetapi biasanya harus rawat inap di rumah sakit. 

Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan kita mengenai fungsi infus.









Minggu, 22 Juli 2018

Jangan Minum Sambil Berdiri

7 Bahaya Minum Sambil Berdiri

Penulis: Ni wayan tantri.

Foto copyright via goodrichpc.com

Medical CheckUp - Minum air putih cukup setiap harinya memang bisa membantu menjaga kesehatan tubuh. Tapi ternyata bukan cuma banyaknya air putih saja yang perlu kita perhatikan tapi juga cara kita meminumnya. Posisi tubuh saat minum air putih ternyata bisa memberi dampak yang cukup signifikan terhadap kesehatan.

Sebaiknya jika Anda minum air putih itu dengan posisi duduk. Jangan berdiri. Kenapa? Karena ternyata minum air putih sambil berdiri itu bisa memberi sejumlah dampak negatif.

Foto: copyright thinkstockphotos.com

Selengkapnya, Yuk kita ikuti informasinya di sini:

1. Berisiko Terkena Artritis

Info ini mungkin sangat mengejutkan, ya. Kok bisa sih cuma minum sambil berdiri saja bisa menyebabkan artritis? Jadi begini, seperti yang dilansir oleh wellordie.com, minum air sambil berdiri bisa mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh. Akibatnya bisa terjadi penumpukan cairan di sendi-sendi tubuh dan menyebabkan artritis.

Artritis adalah peradangan pada satu atau lebih persendian, yang disertai dengan rasa sakit, kebengkakan, kekakuan, dan keterbatasan bergerak.

2. Mengganggu Sistem Pencernaan

Minum air sambil berdiri, maka air akan mengalir melewati usus dan menciprat ke dinding perut. Cipratan ini bisa mengakibatkan kerusakan sistem pencernaan dalam jangka panjang karena merusak dinding perut dan saluran pencernaan.

Sementara kalau minum sambil duduk, otot dan sistem saraf dalam kondisi rileks dan membuat cairan yang diminum bisa cepat dicerna dengan baik bersamaan dengan makanan lain.

3. Haus Susah Hilang

Ternyata haus bakal susah hilang kalau minum air putih sambil berdiri. Malah rasanya haus nggak hilang-hilang. Ada baiknya untuk minum sambil duduk dan menyesap air minum sedikit demi sedikit.

4. Ginjal Tak Bisa Menyaring Air dengan Baik

Minum air sambil berdiri membuat proses penyaringan yang dilakukan ginjal tak optimal. Bahkan kotoran bisa menumpuk di ginjal dan kandung kemih yang bisa menyebabkan gangguan saluran kemih. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan melemahnya fungsi ginjal bahkan kerusakan permanen di ginjal.

5. Tak Bisa Mengencerkan Kadar Asam di Dalam Tubuh

Air memang sebaiknya diminum sedikit dan perlahan-lahan sambil duduk. Dengan begitu, air bisa bantu mengencerkan kadar asam di dalam tubuh yang disesuaikan dengan proporsi air yang dibutuhkan. tubuh. Jadi kalau minum air sambil berdiri, proses pengenceran kadar asam ini bisa terganggu.

6. Menyebabkan Ulser dan Heartburn

Minum air sambil berdiri, air akan mengalir dan menciprat ke area kerongkongan bagian bawah dengan cukup keras. Hal ini bisa mengganggu sfingter (kumpulan serabut otot yang berbentuk seperti cincin yang bekerja untuk menutup jalur atau pembukaan alamiah pada tubuh) dan bisa menimbulkan sensasi terbakar di kerongkongan karena zat asam di perut naik ke atas.

Minum sambil berdiri juga meningkatkan risiko terkena ulser dan heartburn. Heartburn merupakan gejala utama dari penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), yang terjadi ketika isi lambung kembali naik ke kerongkongan (Esofagus).

7. Saraf-Saraf Menegang Kalau Minum Sambil Berdiri

Disadari atau tidak, saraf tubuh bisa menegang saat kita minum dalam keadaan berdiri. Sebaliknya, jika kita minum sambil duduk maka sistem parasimpatetik akan terkondisikan lebih rileks sehingga saraf tak akan tegang. Proses penyerapan air minum dan pencernaan pun bisa berjalan dengan lebih baik.

Nah, sekarang sudah tahu kan kalau minum sambil berdiri itu memiliki sejumlah dampak negatif? Maka, mulai saat ini kita biasakan diri untuk minum dalam keadaan duduk dan tenang. Agar kesehatan tetap terjaga dan pastinya terhindar dari sejumlah penyakit.

BACA JUGA:
Kalap Ngemil Bahaya Buat Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya



Kalap Ngemil (Rakus)

Kalap Ngemil Bahaya Untuk Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya


Foto: copyright thinkstockphotos.com

Penulis : Editor: Ni wayan tantri

Medical CheckUp - Ngemil kerap jadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan wanita. Meski perut sudah kenyang, rasanya mulut masih ingin terus mengunyah. Akibatnya, kita jadi kalap ngemil dan tak lagi peduli dengan dampak negatif yang mungkin akan ditimbulkannya.

Kebanyakan ngemil bisa membuat kita berisiko terkena obesitas. Belum lagi jika camilan yang kita nikmati mengandung banyak gula dan pemanis buatan, dampaknya jelas buruk untuk tubuh. Penting sekali untuk mengendalikan nafsu makan dan menahan diri untuk tidak terus ngemil. Bagaimana caranya? Berikut tipsnya.

°Kurangi Porsi Camilan Sedikit demi Sedikit

Kenapa perlu dikurangi atau dibatasi sedikit demi sedikit? Agar kita bisa lebih mudah mengendalikan nafsu makan. Karena kalau kebiasaan ngemil langsung dihilangkan sama sekali, efeknya nantinya kita malah bisa makin kalap dan makan banyak camilan saat rasa lapar melanda.

Usahakan juga untuk selalu membaca kandungan atau komposisi dari camilan yang kita konsumsi. Perhatikan kandungan gulanya. Dan sebaiknya hindari juga yang mengandung pemanis dan pewarna buatan.

°Minum Air Putih

Saat merasa ingin makan yang manis-manis, coba minum segelas air putih. Karena biasanya hasrat ngemil yang manis-manis itu salah satu tanda tubuh sedang dehidrasi.

°Luangkan Waktu untuk Istirahat

Seperti yang dilansir oleh boldsky.com,hasrat ingin ngemil yang manis-manis juga bisa jadi tanda tubuh yang lelah. Jadi, kalau kamu sering merasa makin susah mengendalikan hasrat untuk ngemil yang manis-manis, segera luangkan waktu khusus untuk rileks dan istirahat.

°Olahraga

Olahraga juga bisa jadi cara terbaik untuk mengurangi hasrat ngemil yang manis-manis. Karena hormon endorfin yang diproduksi tubuh saat kita sedang olahraga bisa bantu mengendalikan nafsu makan kita.

°Batasi Konsumsi Kafein

Tahukah kalau kopi bisa meningkatkan kadar gula darah? Jadi tak heran kalau setelah minum kopi kita jadi ingin makan yang manis-manis. Nah, agar tak gampang tergoda untuk makan yang manis-manis, sebisa mungkin batasi konsumsi minuman yang berkafein.

Kalau memang keinginan ngemil susah dikendalikan, alternatifnya adalah memilih jenis camilan yang sehat seperti buah-buahan. Atau bisa juga diimbangi dengan melakukan olahraga rutin dan mengatur pola makan sehat. Kesehatan adalah aset terpenting dalam hidup kita. Jadi, yuk mulai biasakan pola hidup yang lebih sehat dari sekarang.

Sabtu, 21 Juli 2018

Hati-Hati Virus Rubella (Campak Jerman) Pada Ibu Hamil

Waspadai Rubella (Campak Jerman)

Oleh, Ni wayan tantri.

Via Medical CheckUp -  Rubella atau Campak Jerman bisa jadi tidak begitu berbahaya bagi anak maupun orang dewasa, namun bagi ibu hamil virus ini dapat mengakibatkan bayi cacat lahir hingga keguguran.

image via hello sehat

Rubella atau sering dikenal dengan Campak Jerman adalah infeksi virus akut yang menular. Penyakit ini umumnya tergolong ringan jika terjangkit pada anak-anak ataupun orang dewasa.

Namun pada wanita hamil, penyakit ini dapat memiliki konsekuensi serius karena dapat menyebabkan kematian janin atau bayi yang lahir kemungkinan besar memiliki cacat bawaan yang dikenal sebagai Congenital Rubella Syndrome(CRS).

Virus rubella ditularkan lewat udara ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Manusia adalah satu-satunya tuan rumah yang diketahui bagi virus ini.

Bahaya Rubella atau Campak Jerman bagi ibu hamil

Rubella sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janinnya. Siapapun yang tidak divaksinasi terhadap Campak Jerman berisiko terkena penyakit ini.

Virus ini paling berbahaya jika ibu hamil terinfeksi pada awal kehamilan, terutama pada 12 minggu pertama (trimester pertama).

Sedangkan Congenital Rubella Syndrome (CRS) adalah kondisi yang terjadi pada janin di dalam rahim ibu yang terinfeksi virus tersebut. CRS dapat mempengaruhi hampir segala sesuatu di tubuh bayi yang sedang berkembang.

√ Cacat lahir yang paling umum dari CRS dapat mencakup:

• tuli

• katarak

• cacat jantung

• cacat intelektual

• kerusakan hati dan limpa

• berat badan lahir rendah

• ruam kulit pada saat lahir

√ Komplikasi lainnya dapat mencakup:

• glaukoma

• kerusakan otak

• tiroid dan masalah hormon lainnya

•™radang paru-paru

• autisme

• diabetes mellitus

√ Bagaimana gejalanya pada anak-anak?

Tanda & Gejala

Pada anak-anak, Campak Jerman biasanya ringan, dengan sedikit gejala yang terlihat. Ruam merah adalah tanda pertama yang muncul.


Ruam Rubella atau Campak Jerman  pada punggung anak. Foto: Wikipedia

Ruam umumnya pertama kali muncul pada wajah  dan leher, kemudian menyebar ke seluruh tubuh, dan berlangsung sekitar tiga hari. Gejala lain yang mungkin terjadi 1 sampai 5 hari sebelum muncul ruam meliputi:

• demam ringan (<39°C)

• mual

• sakit kepala

• mata kemerahan atau bengkak pada bagian putih mata

• tubuh tidak nyaman

•™pembengkakan kelenjar getah bening

• batuk

• ingusan

Kebanyakan orang dewasa yang terjangkit biasanya memiliki gejala dengan demam ringan, sakit tenggorokan, dan ruam yang dimulai pada wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Beberapa orang dewasa juga mungkin memiliki sakit kepala, mata merah dan badan pegal-pegal selama 3 sampai 10 hari. Sekitar 25 sampai 50% dari orang yang terinfeksi tidak akan mengalami gejala apapun.

Penyebaran

Rubella atau Campak Jerman menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Orang yang terjangkit virus ini dapat menyebarkan penyakit kepada orang lain hingga satu minggu sebelum ruam muncul, dan tetap menular sampai 7 hari setelahnya.

Orang yang terinfeksi harus memberitahu teman-teman, keluarga, dan orang-orang yang bekerja dengan mereka, terutama ibu hamil. Jika anak Anda terjangkit rubella, penting untuk memberitahu pihak sekolah atau tempat penitipannya.

Pada ibu hamil, 90% kemungkinan ia menularkan virus ke janinnya. Bayi dengan CRS dapat membawa virus selama satu tahun atau lebih.

Menurut WHO , angka CSR tertinggi ada di kawasan Afrika dan Asia Tenggara di mana cakupan vaksin berada di angka terendah.

Pengobatan

Tidak ada obat khusus untuk mengobati rubella atau membuat penyakit ini sembuh lebih cepat. Dalam banyak kasus, gejala ringan dapat dirawat dengan istirahat dan obat-obatan untuk demam.

Namun, cara terbaik menghindarinya adalah dengan vaksinasi. Vaksin rubella tersedia dalam formulasi monovalen atau lebih sering dalam kombinasi dengan vaksin lain seperti vaksin campak (MR), campak dan gondok (MMR), atau campak, gondok, dan varicella (MMRV).

Referensi:  mayoclinic, WHO, CDC.

Rabu, 18 Juli 2018

Merawat Kecantikan Dengan Bahan Alami

Rawat Kecantikan Dengan Cara Alami

coppyright via fb roihatul.mufidah

•Langkah Sederhana Merawat Kecantikan.

Penulis, Ni wayan tantri.

Medical CheckUp - Berbagai upaya dilakukan agar kita selalu tampil cantik, bahkan ada yang menyiapkan budget khusus untuk segala macam perawatan.

Meskipun begitu namun terkadang hasilnya kurang maksimal.

Bahkan ada beberapa perawatan menggunakan bahan kimia, dan hal ini mungkin saja menimbulkan masalah baru pada kulit.

Yuk, ikuti langkah-langkah sederhana yang ada di rumah.

coppyright via fb roihatul.mufidah

Step ini bisa membantu menunjang penampilan cantik Moms.

1. Air Beras

Bahan alami ini bisa membantu mengecilkan pori-pori, dan memberikan sejumlah manfaat untuk kulit.

Air beras diperoleh dengan cara mencampur setengah cangkir beras dengan 2 gelas air. 
Setelah 15 menit, saring air beras, kemudian celupkan kapas ke dalamnya.

Dan tepuk-tepukkan kapas pada wajah.

Biarkan sampai kering, dan perhatikan wajah akan menjadi kencang, halus dan cerah.

2. Masker Penghilang Komedo

Bahan yang digunakan adalah setengah sendok gelatin tanpa rasa, 1 sendok makan air, dan setengah sendok teh arang aktif.

Campurkan semua bahan tersebut dan oleskan ke wajah.

Tunggu sampai kering kemudian bilas dengan air.

Masker ini membantu menghilangkan komedo hitam dan putih.

"Artikel terkait lainya: °Atasi jerawat di usia dewasa
°rahasia cantik yang alami dan awet muda...

3. Teh

Teh hitam dan hijau bisa membantu mencegah pembengkakan di kulit, karena mengandung antioksidan kuat.

Caranya sangat mudah, cukup peras beberapa kantung teh yang sebelumnya sudah dicelupkan ke air.

Oleskan ke area mata dan biarkan selama 5 menit.

4. Membuat Bulu Mata Lentik Secara Cepa

Apabila ingin terlihat bersinar di area mata, Moms perlu mencoba membuat bulu mata lentik.

Langkahnya pun sangat mudah, cukup hangatkan penjepit bulu mata menggunakan pengering rambut selama beberapa menit.

Lalu jepit bulu mata dan tekan selama 5 hingga 7 detik.

5. Stroberi

kandungan asam malic pada stroberi dipercaya dapat memutihkan gigi.

Caranya cukup oleskan stroberi yang sudah ditumbuk ke gigi selama beberapa detik.

Setelah itu basuh dengan air.

# Selamat mencoba, Moms. Semoga bermanfaat

Baca juga: penting untuk merawat kuku Anda

(niwayan tantri/medicalcheckup)



Senin, 16 Juli 2018

Yang Suka Kucing Wajib Baca

Bahaya Mengerikan Memelihara Kucing.

By. Ni wayan tantri.

Medical CheckUp -  Kucing memang menjadi salah satu primadona semua orang terutama di Indonesia lantaran tingkahnya yang menggemaskan. Hal itulah yang membuat beberapa orang memilih kucing untuk dipelihara. Namun, tahukah Anda ada beberapa bahaya memelihara kucing yang mengintai?

image via facebook check-up

meski tingkahnya yang membuat Anda ingin menggendong dan menciuminya, kucing menyimpan banyak penyakit yang bisa mengganggu kesehatan. Biasanya, para kaum hawalah yang suka menggendong kucing seperti anak sendiri. Lantas, adakah bahaya memelihara kucing bagi wanita? Yuk, simak informasi menarik berikut ini:

image via facebook check-up

Menyebabkan Beberapa Gejala Infeksi

Gejala infeksi yang diakibatkan oleh bulu kucing ini sebenarnya tidak terlihat secara kasat mata. Namun, gejala ringan yang biasa diabaikan orang ini lama-lama akan menjadi tumpukan penyakit berbahaya. Gejala infeksi akibat bulu kucing seperti hidrosefalus, demam, jaundice, memar, pendarahan bawah kulit, hingga pembesaran hati. Tentu saja Anda tidak mau kan terkena penyakit mengerikan tersebut?

Mengakibatkan Penyakit Taxoplasma

Penyakit ini awalnya bermula dari parasite yang tinggal di usus kucing. Parasit ini dapat menular kepada Anda melalui beragam media seperti tinja kucing, bulu kucing, dan wadah tempat makanan kucing. Penyakit ini juga bisa tumbuh di dalam tubuh manusia sehingga pada akhirnya akan menimbulkan penyakit zoonosis pada manusia. Pastinya, penyakit ini membahayakan untuk kesehatan Anda kan!

Menyebabkan Bayi Cacat Bawaan Hingga Keguguran

Bahaya memelihara kucing saat hamil yaitu menyebabkan bayi cacat bawaan hingga keguguran. Dua hal ini tentu saja sangat ditakuti  oleh semua ibu hamil lantaran ingin anaknya sehat ketika lahir di bumi. Awalnya, penyakit ini akan menurunkan daya tahan tubuh wanita hamil dan kemudian perlahan-lahan akan menyerang sistem imun bayi dalam kandungan. Sebaiknya, jika saat ini Anda sedang program hamil, sebaiknya jauhi kucing bahkan jangan sampai memeliharanya. Kesehatan Anda dan bayi tentu sangat penting kan!

image via facebook check-up

Menyebabkan Asma

Bulu kucing tentunya sangat berbahaya apabila menyerang sistem pernapasan. Salah satunya yaitu menyebabkan penyakit asma yang bisa membuat napas Anda tersenggal-senggal. Dalam setiap helai bulu kucing, banyak mengandung virus-virus yang menyebabkan asma ini. Bayangkan, jika Anda setiap hari menciumi bulu kucing dan tak sengaja virus tersebut masuk ke dalam tubuh Anda, apa yang akan terjadi beberapa tahun kemudian?

Menyebabkan Alergi

Bulu kucing menyebabkan aneka alergi yang menular melalui hirupan napas. Setelah alergi itu masuk ke dalam tubuh Anda, tubuh akan meresponnya dengan mensistesis histamine beserta zat kimia yang menyebabkan pemicu reaksi alergi. Alergi yang ditimbulkan dari bulu kucing ini bermacam-macam seperti gatal-gatal, mata berair, bersin, batuk, dan susah bernapas.

Nah, itulah bahaya memelihara kucing yang mengintai Anda. Jika Anda enggan terkena penyakit tersebut, jangan memelihara kucing di rumah. Tetapi, jika tetap memaksa untuk memelihara, pastikan bahwa kucing Anda sehat dan cucilah tangan usai memegang bulunya. Yuk, jaga kesehatan dengan baik ya!

Terimakasih telah membaca situs saya. By me:niwayan tantri


Penyakit Asma

Pengertian Asma.

By: Ni wayan tantri

Medical CheckUp -  Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

image: fb.com.check-up

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan.

image: fb.com.check-up

Penderita asma di Indonesia

Laporan riset kesehatan dasar oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 memperkirakan jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7.8 persen dari total penduduk di daerah tersebut.

Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei tahun beberapa tahun silam, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk. Setelah dilakukan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma.

Diagnosis asma.

Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita penyakit asma, maka dokter perlu melakukan sejumlah tes. Namun sebelum tes dilakukan, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan pada pasien mengenai gejala apa saja yang dirasakan, waktu kemunculan gejala tersebut, dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya.

Jika seluruh keterangan yang diberikan pada pasien mengarah pada penyakit asma, maka selanjutnya dokter bisa melakukan tes untuk memperkuat diagnosis, misalnya:

Spirometri

Tes Arus Puncak Ekspirasi (APE)

Uji Provokasi Bronkus

Pengukuran Status Alergi

CT Scan

Rontgen

Jika seseorang terdiagnosis mengidap asma saat kanak-kanak, gejalanya mungkin bisa menghilang ketika dia remaja dan muncul kembali saat usianya lebih dewasa. Namun gejala asma yang tergolong menengah atau berat di masa kanak-kanak, akan cenderung tetap ada walau bisa juga muncul kembali. Kendati begitu, asma bisa muncul di usia berapa pun dan tidak selalu berawal dari masa kanak-kanak.

Pengobatan asma.

Ada dua tujuan dalam pengobatan penyakit asma, yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh. Untuk mendukung tujuan tersebut, diperlukan rencana pengobatan dari dokter yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Rencana pengobatan meliputi cara mengenali dan menangani gejala yang memburuk, serta obat-obatan apa yang harus digunakan.

Penting bagi pasien untuk mengenali hal-hal yang dapat memicu asma mereka agar dapat menghindarinya. Jika gejala asma muncul, obat yang umum direkomendasikan adalah inhaler pereda.

Bilamana terjadi serangan asma dengan gejala yang terus memburuk (secara perlahan-lahan atau cepat) meskipun sudah ditangani dengan inhaler atau obat-obatan lainnya, maka penderita harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit. Meski jarang terjadi, serangan asma bisa saja membahayakan nyawa. Bagi penderita asma kronis, peradangan pada saluran napas yang sudah berlangsung lama dan berulang-ulang bisa menyebabkan penyempitan permanen.

Komplikasi asma.

Berikut ini adalah dampak akibat penyakit asma yang bisa saja terjadi:

Masalah psikologis (cemas, stres, atau depresi).

Menurunnya performa di sekolah atau di pekerjaan.

Tubuh sering terasa lelah.

Gangguan pertumbuhan dan pubertas pada anak-anak.

Status asmatikus (kondisi asma parah yang tidak respon dengan terapi normal).

Pneumonia.

Gagal pernapasan.

Kerusakan pada sebagian atau seluruh paru-paru.

Kematian.

Mengendalikan penyakit asma

Jika Anda kebetulan mengidap asma atau hidup dengan asma sejak lama, jangan cemas dengan kondisi ini karena asma merupakan penyakit yang masih dapat dikendalikan asalkan Anda:

Mengenali dan menghindari pemicu asma.

Mengikuti rencana penanganan asma yang dibuat bersama dokter.

Mengenali serangan asma dan melakukan langkah pengobatan yang tepat.

Menggunakan obat-obatan asma yang disarankan oleh dokter secara teratur.

Memonitor kondisi saluran napas Anda.

Jika penggunaan inhaler pereda asma reaksi cepat makin meningkat, segera konsultasikan kepada dokter agar rencana penanganan asma Anda disesuaikan kembali. Selain itu, disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia secara teratur untuk mencegah memburuknya penyakit asma yang disebabkan kedua penyakit tersebut.

Asma

Pengertian Asma.

By: Ni wayan tantri

Medical CheckUp -  Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan.

image: fb.com.check-up

Penderita asma di Indonesia

Laporan riset kesehatan dasar oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 memperkirakan jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7.8 persen dari total penduduk di daerah tersebut.

Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei tahun beberapa tahun silam, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk. Setelah dilakukan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma.

Diagnosis asma.

Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita penyakit asma, maka dokter perlu melakukan sejumlah tes. Namun sebelum tes dilakukan, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan pada pasien mengenai gejala apa saja yang dirasakan, waktu kemunculan gejala tersebut, dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya.

Jika seluruh keterangan yang diberikan pada pasien mengarah pada penyakit asma, maka selanjutnya dokter bisa melakukan tes untuk memperkuat diagnosis, misalnya:

Spirometri

Tes Arus Puncak Ekspirasi (APE)

Uji Provokasi Bronkus

Pengukuran Status Alergi

CT Scan

Rontgen

Jika seseorang terdiagnosis mengidap asma saat kanak-kanak, gejalanya mungkin bisa menghilang ketika dia remaja dan muncul kembali saat usianya lebih dewasa. Namun gejala asma yang tergolong menengah atau berat di masa kanak-kanak, akan cenderung tetap ada walau bisa juga muncul kembali. Kendati begitu, asma bisa muncul di usia berapa pun dan tidak selalu berawal dari masa kanak-kanak.

Pengobatan asma.

Ada dua tujuan dalam pengobatan penyakit asma, yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh. Untuk mendukung tujuan tersebut, diperlukan rencana pengobatan dari dokter yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Rencana pengobatan meliputi cara mengenali dan menangani gejala yang memburuk, serta obat-obatan apa yang harus digunakan.

Penting bagi pasien untuk mengenali hal-hal yang dapat memicu asma mereka agar dapat menghindarinya. Jika gejala asma muncul, obat yang umum direkomendasikan adalah inhaler pereda.

Bilamana terjadi serangan asma dengan gejala yang terus memburuk (secara perlahan-lahan atau cepat) meskipun sudah ditangani dengan inhaler atau obat-obatan lainnya, maka penderita harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit. Meski jarang terjadi, serangan asma bisa saja membahayakan nyawa. Bagi penderita asma kronis, peradangan pada saluran napas yang sudah berlangsung lama dan berulang-ulang bisa menyebabkan penyempitan permanen.

Komplikasi asma.

Berikut ini adalah dampak akibat penyakit asma yang bisa saja terjadi:

Masalah psikologis (cemas, stres, atau depresi).

Menurunnya performa di sekolah atau di pekerjaan.

Tubuh sering terasa lelah.

Gangguan pertumbuhan dan pubertas pada anak-anak.

Status asmatikus (kondisi asma parah yang tidak respon dengan terapi normal).

Pneumonia.

Gagal pernapasan.

Kerusakan pada sebagian atau seluruh paru-paru.

Kematian.

Mengendalikan penyakit asma

Jika Anda kebetulan mengidap asma atau hidup dengan asma sejak lama, jangan cemas dengan kondisi ini karena asma merupakan penyakit yang masih dapat dikendalikan asalkan Anda:

Mengenali dan menghindari pemicu asma.

Mengikuti rencana penanganan asma yang dibuat bersama dokter.

Mengenali serangan asma dan melakukan langkah pengobatan yang tepat.

Menggunakan obat-obatan asma yang disarankan oleh dokter secara teratur.

Memonitor kondisi saluran napas Anda.

Jika penggunaan inhaler pereda asma reaksi cepat makin meningkat, segera konsultasikan kepada dokter agar rencana penanganan asma Anda disesuaikan kembali. Selain itu, disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia secara teratur untuk mencegah memburuknya penyakit asma yang disebabkan kedua penyakit tersebut.

Peneumonia

Pencegahan Pneumonia :

Penulis, Ni wayan tantri.

Via: Medical CheckUp -  Pencegahan pneumonia dapat kita lakukan dengan langkah-langkah sederhana. Beberapa di antaranya adalah:

Menjalani vaksinasi. Vaksin merupakan langkah penting agar kita terhindar dari pneumonia maupun penyakit lain. Harap diingat bahwa vaksin pencegah pneumonia bagi orang dewasa berbeda dengan anak-anak.

Menjaga agar sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Misalnya dengan teratur berolahraga, cukup istirahat, serta menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang.

Menjaga kebersihan agar terhindari dari penyebaran virus, seperti sering mencuci tangan.

Jangan merokok karena asap rokok dapat merusak paru-paru sehingga lebih mudah terinfeksi.

Hindari konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan berkepanjangan. Kebiasaan ini juga akan menurunkan daya tahan paru-paru Anda sehingga Anda lebih rentan terkena pneumonia beserta komplikasinya.

Bagikan artikel ini jika sekiranya bermanfaat..

Minggu, 15 Juli 2018

FLU

Pencegahan Flu.

Oleh, ηί ωαγαη ταητΓί

Medical CheckUp -  Beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan flu adalah:

Menjaga kebersihan.

Selalu mencuci tangan, misalnya sebelum makan atau setelah bepergian.

Menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk.

Memakai masker saat bepergian (terutama bagi pengguna kendaraan umum) atau ketika berada di sekitar penderita flu.

Memastikan tubuh menerima asupan vitamin dan gizi secaracukup dan seimbang.

Istirahat yang cukup.

Olahraga secara teratur.

Menjaga asupan cairan.

Vaksinasi Influenza

Vaksin influenza yang diberikan di Indonesia adalah vaksin influenza tipe A dan tipe B. Vaksin influenza ini mengandung virus tidak aktif dan diberikan dengan cara disuntikkan ke otot (intramuskular). Pemberian vaksin ini direkomendasikan bagi:

Semua orang yang berusia 65 tahun atau lebih.

Anak-anak dan dewasa dengan penyakit menahun seperti asma, diabetes, penyakit ginjal, dan anak dengan daya tahan tubuh lemah.

Orang yang sering terpapar virus influenza, misalnya tenaga kesehatan, orang yang tinggal serumah dengan penderita, serta pengasuh anak yang berusia 6-23 bulan.

Imunisasi influenza juga diberikan kepada anak yang sehat berusia 6-23 bulan.

Vaksinasi pada anak-anak bisa dilakukan sejak mereka berusia enam bulan dengan frekuensi pengulangan satu kali tiap tahun. Pada anak dan dewasa dengan daya tahan tubuh yang rendah, pemberian hanya diberikan sebanyak dua kali dengan selang satu bulan dari pemberian vaksin pertama.

Meskipun vaksin influenza direkomendasikan untuk hampir semua orang, terdapat beberapa kondisi tertentu yang tidak disarankan untuk menerima vaksin influenza, antara lain:

Orang yang mengalami reaksi alergi hebat (anafilaksis) pada pemberian vaksin sebelumnya.

Orang yang setelah makan telur mengalami pembengkakan di bibir atau lidah, atau mengalami distres nafas atau pingsan.

Seseorang yang sedang mengalami demam tinggi.

Efek samping vaksin influenza di antaranya adalah demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. Sedangkan efek samping yang jarang terjadi adalah bersin-bersin, sesak napas, sakit pada telinga, dan gatal-gatal.

*semoga bermanfaat...